BANYUMAS – Jajaran Polsek Pekuncen bergerak cepat menindaklanjuti beredarnya video viral yang diduga memperlihatkan aksi kekerasan terhadap seorang remaja di wilayah Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas.
Kapolsek Pekuncen AKP Slamet Husen menyampaikan, pihaknya awalnya menerima informasi terkait video yang beredar di media sosial. Setelah itu, petugas melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para terduga pelaku serta memastikan lokasi kejadian.
“Hasil penelusuran sementara, peristiwa tersebut terjadi di wilayah Pekuncen. Kami juga sudah menemui korban untuk dimintai keterangan,” ujarnya kepada wartawan.
Berdasarkan informasi awal, insiden terjadi pada Jumat, 20 Februari 2026. Korban diketahui merupakan warga Desa Pekuncen. Dugaan sementara, peristiwa bermula saat korban tidak berpuasa dan makan di lapangan Desa Pasiraman Kidul. Tindakan tersebut kemudian ditegur oleh sejumlah remaja setempat dengan alasan menjaga nama baik desa selama bulan Ramadan.
“Namun, teguran tersebut diduga berujung pada tindakan yang mengarah pada kekerasan dan direkam dalam video berdurasi singkat yang kemudian menyebar luas di media sosial.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami peran masing-masing pihak yang terlibat. Mengingat para terduga pelaku masih berusia remaja, penanganan perkara ini direncanakan akan mengedepankan pendekatan restorative justice.
“Kami mempertimbangkan masa depan anak-anak yang terlibat. Proses hukum tetap berjalan, tetapi akan diupayakan penyelesaian melalui restorative justice,” tambahnya.
Kapolsek Pekuncen mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya serta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang beredar di media sosial sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.
Diberitakan sebelumnya, aksi kekerasan yang melibatkan sejumlah remaja di Desa Pasiraman Kidul, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, memicu kecaman warganet setelah video berdurasi 27 detik beredar luas di Facebook, Sabtu (21/2/2026).
Dalam rekaman, seorang remaja tampak memukul bagian belakang kepala temannya yang sedang duduk di tanggul lapangan dengan bungkusan makanan. Korban dipukul dua kali, sementara rekan pelaku membentak korban dengan kalimat bernada kasar. Aksi ini diduga dipicu persoalan sepele, yakni korban yang disebut “numpang makan” di lokasi lapangan saat siang hari di bulan puasa.
Video tersebut direkam oleh teman pelaku sebelum terunggah ke media sosial. Unggahan itu langsung menuai kritik keras dari warganet. Sejumlah komentar menilai tindakan para remaja tidak bisa ditoleransi. (Angga Saputra)






