INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Politisi PKB Banyumas Serukan Stop Eksploitasi Tambang Lereng Gunung Slamet

Politisi PKB Banyumas Serukan Stop Eksploitasi Tambang Lereng Gunung Slamet

Bejo Wijaya (Dok.Pribadi)

Rabu, 10 Desember 2025

BANYUMAS – Penambangan di lereng Gunung Slamet kian ramai mennadi sorotan. Politisi PKB Banyumas, Bejo Wijaya, menyerukan penghentian eksploitasi tambang galian C di lereng Gunung Slamet.

Menurutnya, aktivitas tambang yang masih berjalan tanpa kendali merupakan “bom waktu ekologis” yang mengancam keselamatan masyarakat melalui potensi tanah longsor dan banjir bandang.

Bejo menegaskan, setiap meter kubik material yang diambil dari galian C tanpa perhitungan matang semakin mendekatkan wilayah pada kerusakan lingkungan, terlebih di musim hujan.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Contoh aktivitas tambang yang disorot adalah penambangan batu granit di Desa Baseh, Kedungbanteng, serta pasir di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang.

Menurut Bejo, keuntungan segelintir pengusaha tambang tidak sebanding dengan penderitaan ribuan warga yang harus menanggung risiko bencana.

“Sudah saatnya kita bertanya: siapa yang untung dan siapa yang harus menanggung bencana akibat pengerukan bumi ini?” ujarnya.

Dorongan Kajian Pemerintah
Ia mendesak pemerintah melalui dinas terkait segera mengkaji proses penambangan dan dampak galian C di wilayah lereng Gunung Slamet.

Maraknya protes warga di Baseh dan Gandatapa, kata Bejo, tidak boleh diabaikan. Meski Gandatapa sudah memiliki izin, pengusaha tambang tidak boleh mengesampingkan aspirasi masyarakat setempat.

“Masyarakat juga bisa mengajukan ke PTUN untuk membatalkan izin tersebut,” tegasnya.

Bejo menekankan bahwa keselamatan ekologis harus menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan bahwa eksploitasi tambang yang tidak terkendali hanya akan menimbulkan kerugian sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi Banyumas. (Angga Saputra)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Ansor Banser Banyumas Ingatkan Bahaya Tambang dan Krisis Ekologi

Selanjutnya

163 ASN Banyumas Pensiun, Bupati : Tetap Berkontribusi untuk Masyarakat

Eric Erlangga: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

TERBARU

Kampung Ramadhan Z-Corner BAZNAS Banyumas Gelar Lomba Dai dan Fashion Show

Kampung Ramadhan Z-Corner BAZNAS Banyumas Gelar Lomba Dai dan Fashion Show

Kamis, 5 Maret 2026

Pemerintah Perkuat Respons Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja

Pemerintah Perkuat Respons Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja

Kamis, 5 Maret 2026

Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran

Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran

Kamis, 5 Maret 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Jumat, 6 Februari 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

Selanjutnya
163 ASN Banyumas Pensiun, Bupati : Tetap Berkontribusi untuk Masyarakat

163 ASN Banyumas Pensiun, Bupati : Tetap Berkontribusi untuk Masyarakat

Indeks Satu Data Banyumas Capai 60,6, Lebih Tinggi dari Rata-Rata Nasional

Indeks Satu Data Banyumas Capai 60,6, Lebih Tinggi dari Rata-Rata Nasional

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com