BANYUMAS, indiebanyumas.com – Anggaran senilai Rp 187 Miliar yang dipinjam Pemkab Banyumas dari alokasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) saat Covid-19 dan dipakai untuk pemulihan sektor Wisata dan UMKM dianggap gagal.
Sektor pariwisata dan UMKM yang digadang-gadang bisa menjadi penyangga pendapatan daerah serta membantu UMKM yakni Taman Botani, Menara Teratai dan Taman Maskumbambang ternyata selama ini jauh dari pencapaian sesuai target.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Banyumas, dr. Budhi Setiawan ketika melakukan study komparatif di Kabupaten Sleman pada Jumat (24/11/2023) lalu.
Dia mengatakan, hasil dari dana PEN tersebut tidak bisa digunakan untuk mengangsur. Karena itu, melalui lembaganya dia akan mengevaluasi keberadaan Badan Layanan Usaha Daerah atau BLUD yang mengelola dana PEN.
“Kita akan evaluasi keberadaan BLUD sebagai pengelola dana PEN,” tegasnya.
Dari ketiga sektor pariwisata yang dinilai gagal dalam pengelolaan, dari sisi eksistensi UMKM juga tidak terlihat ada yang bisa bertahan di salah satu objek wisata tersebut.
Salah satunya yaitu di Taman Maskumambang yang hingga kini objek wisata tersebut justru diturunkan harga tiketnya dari Rp15000 menjadi Rp2000.
“Hal ini belum terlihat ada hal signifikansi bertahannya UMKM untuk bisa terus berkembang di area Taman Maskumambang,”kata Budhi dikutip dari laman IDN Times.
Menara Teratai
Menara Teratai merupakan salah satu proyek pembangunan wisata dari hasil pinjaman dana PEN yang dibangun tahun 2022. Sejumlah anggota DPRD Banyumas menyoroti terkait menurunnya jumlah pengunjung ke sana ketika berdialog dengan sejumlah wartawan.
Padahal, lokasi Menara Teratai sudah ditopang dengan berbagai event di sekitar menara, namun tetap saja belum mampu meningkatkan penghasilan yang cukup untuk membayar angsuran yang tahun 2023 ini hampir sebesar Rp23 Miliar.
“Pengunjung justru lebih banyak berada di pinggir-pinggir jalan trotoar dimana parkir-parkir dan penghasilan dari para pedagang di situ tidak bisa menjadi masukan untuk pengelolaan di wilayah Menara Teratai,” kata Budhi.
Hutang dan Bunga yang Harus Dibayar
Tahun 2023 ini Kabupaten Banyumas harus mulai mengembalikan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dipinjam dari pemerintah pusat.
Ketua DPRD juga menegaskan dana PEN merupakan utang dan harus dikembalikan. Bahkan menurutnya utang tersebut memiliki bunga yang harus dibayar, meski tidak sebesar pinjaman pada umumnya.
“Banyumas mendapat Dana PEN sekitar Rp187 milyar. Itu yang digunakan untuk pengembangan pariwisata dan dana PEN harus dikembalikan secara bertahap dalam kurun waktu sekitar lima tahun, tahun 2023 ini Banyumas ditarget harus mengembalikan sekitar Rp23 Miliar,” jelasnya.
Sektor Pariwisata dipilih mengingat lokasi Banyumas yang strategis, sehingga diharapkan dapat memutar roda perekonomian masyarakat sekaligus menambah pendapatan daerah.
“Dengan membangun tempat pariwisata dapat menyerap tenaga kerja pada masa itu, bisa memberikan pendapatan daerah yang digunakan untuk mengembalikan pinjaman. Di samping itu membuka peluang masyarakat untuk berjualan sehingga menggerakkan ekonomi,” katanya.
Seperti diketahui anggaran yang digunakan dalam pembangunan ini merupakan dana pinjaman dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, jadi setidaknya dengan percepatan pembangunan saat itu diharapkan dapat memberikan solusi untuk segera menghasilkan pendapatan.
Sektor Pariwisata dipilih mengingat lokasi Banyumas yang strategis, sehingga diharapkan dapat memutar roda perekonomian masyarakat sekaligus menambah pendapatan daerah.
“Dengan membangun tempat pariwisata dapat menyerap tenaga kerja pada masa itu, bisa memberikan pendapatan daerah yang digunakan untuk mengembalikan pinjaman. Di samping itu membuka peluang masyarakat untuk berjualan sehingga menggerakkan ekonomi,” katanya seperti dikutip dari laman banyumaskab.go.id.
Bahkan saat itu pada tahun 2022 DPRD Kabupaten Banyumas melakukan pemantauan pembangunan sektor pariwisata dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional). Pemantauan dimulai dari Taman Botani Baturraden, sentra UMKM dan Menara Pandang Indraprana, Mas Kemambang serta Menara Teratai Purwokerto. (aga)