Purwokerto – Memasuki musim kemarau, petani di Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas mulai kekurangan air. Pantauan RRI Kamis (25/05/2021) para petani di desa Pesawahan di Kecamatan Rawalo mulai menggunakan air sungai untuk di pindahkan ke sawah mereka.
Sawah di wilayah itu memang sudah kering, jadi para petani mau tidak mau harus menyedot air sungai untuk di pindahkan ke sawah mereka.
Salah satu petani Wardi (63) mengatakan, setiap tahun selalu terjadi kekeringan di sawahnya. Salah satu cara untuk mengatasi kekeringan yaitu mengambil air sungai dengan mesin karena apabila tidak melakukan hal seperti ini, gagal panen akan mengancam.
“Kalau kita mengisi air seperti ini tidak gagal panen. Namun kalau tidak mengambil air sungai ya kering dan gagal panen” katanya.
Terpisah Camat Kecamatan Rawalo Kushartono (59) mengungkapkan, pihak pemerintah Kecamatan sebenarnya sudah mengkoordinasi penyuluh pertanian dan berbagai sektor terkait antisipasi kekeringan di sector pertanian. Apabila terdapat masalah terkait kekeringan, maka pihak Kecamatan akan sigap dalam mengatasi hal tersebut.
“Untuk mengatasi kekeringan di sektor pertanian, kita pemerintah Kecamatan akan bekerjasama dengan berbagai lintas sektor untuk mengatasi kekeringan, apabila ada masalah kekeringan tinggal laporkan dan kita akan korrdinasikan bagaimana jalan keluarnya” ungkapnya.
Selain dari kekeringan di sektor pertanian, dampak dari kekeringan itu juga sangat kompleks seperti kesehatan yang juga menjadi konsentrasi pihak pemerintahan kecamatan setempat . (ARI)






