BANYUMAS – Persimpangan di kawasan Alun-alun Banyumas rawan laka lantas. Terlebih di malam hari, yakni di simpang tiga sisi kiri Masjid Agung Nur Sulaiman.
Arus lalu lintas kendaraan yang melaju dari arah masjid, di saat bersamaan ada pengguna jalan dari arah barat ke tugu. Atau belok ke arah masjid. Lalu tepat bertemu di persimpangan.
“Rawan kecelakaan. Apalagi kalau kondisi sepi, sepeda motor dengan kecepatan tinggi belok, titik paling berbahaya di antara persimpangan lain di Alun-alun Banyumas,” papar Ningsih, warga setempat, Rabu (18/8).
Waktu rawan laka lantas biasanya di malam hari setelah Alun-alun Banyumas mulai sepi. Kendaraan yang melintas mengira aman saja. Padahal peluang terjadi tabrakan tinggi ketika tidak hati-hati dan waspada.
“Pal di tikungan itu juga sering ditabrak kendaraan yang melintas. Biasanya karena menghindar mendadak setelah berpapasan di titik persimpangan,” imbuhnya.
Oleh karena itu, warga usul pemasangan rambu lalu lintas. Guna memberikan peringatan kepada pengguna jalan. Sehingga dapat meminimalisasi terjadinya laka lantas.
“Usul cermin, convex mirror (cermin cembung) di persimpangan. Satu saja di titik yang paling rawan,” kata Ningsih.
Malam usai turun hujan juga disebut menjadi waktu rawan laka lantas di kawasan Alun-alun Banyumas. Adanya convex mirror diharapkan dapat membantu pengguna jalan melihat kondisi. (fij)






