POLITIK, indiebanyumas.com– Kecamatan Cilongok akan menjadi arena pertarungan sengit pada pemilu legislatif (Pileg) 2024. Daerah ini kerap disebut sebagai lumbung suara terbesar tiap pemilu dilaksanakan. Ini membuat persaingan para caleg di Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Banyumas akan sangat ketat dengan sederet nama-nama petahana dan penantang baru yang potensial.
Pemerhati Politik, Wahyu Riyono SE MM mengatakan, untuk bisa memenangkan pertarungan di Dapil 6 maka para Caleg harus bisa terlebih dulu menguasai wilayah Kecamatan Cilongok. Dengan jumlah 20 desa dan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 97.611 suara, maka jika tidak bisa mengambil suara dari wilayah ini maka akan sulit bagi Caleg untuk melenggang.
“Ini pengecualian untuk pola Komandante yang diterapkan PDIP, analisa ini berlaku secara umum. Jika dihitung dengan cara mudah saja, dengan angka DPT sebesar itu, maka dari Cilongok saja bisa menyumbangkan 3 kursi lebih,” kata Wahyu.
Wahyu tak heran apabila saat ini pergerakan di lapangan untuk wilayah Kecamatan Cilongok jauh lebih panas dibandingkan dengan wilayah kecamatan lain.
“Eksalasi yang semakin tinggi ini juga terjadi lantaran ada gerakan oleh warga masyarakat non partisan yang menginginkan caleg dari Cilongok untuk bisa meraih kursi dari mendulang suara di daerahnya sendiri. Saya sepakat dengan langkah ini, langkah yang cerdas untuk bisa memenuhi kepentingan kebutuhan masyarakat di masa mendatang,” ungkap Wahyu.
Sementara itu, Cilongok Indikator sebuah lembaga pemantau Pemilu yang beranggotakan tokoh lintas partai menyebut, hingga hari ini potensi Caleg dari Dapil 6 asal Kecamatan Cilongok minimal mereka bisa meraih 4 kursi. Empat kursi itu datang dari PDI-P, PKB, Nasdem, PKS atau dari PPP.
“Kita menghitung bukan hanya dari asumsi saja tapi berdasarkan data yang telah kami kumpulkan khusus di 20 desa. Kursi 4 untuk Caleg dari wilayah Kecamatan Cilongok insyaallah akan terpenuhi, ” kata Budi Tartanto dari Cilongok Indikator.
Budi meyakini angka raihan kursi itu bisa terjaga asalkan dari masing-masing tim pemenangan dari para Caleg itu sendiri tidak terlena dengan perkiraan angka yang telah mereka peroleh.
“Juga karena perebutan suara khususnya di Kecamatan Cilongok begitu panas, maka tidak menutup kemungkinan serangan fajar terbesar yang terjadi di sini. Maka, yang kita perlukan untuk menghindari terjadinya money politik adalah membuat barikade yang kuat, antar Caleg harus bekerjasama,” katanya.

Salah satu Caleg dari Dapil 6 Banyumas, Danan Setianto SE berharap, pertarungan yang terjadi di wilayah Cilongok tetap berjalan dengan fairplay.
“Sebagai Caleg PKB dari Cilongok di Dapil 6, saya begitu berharap semua elemen bisa menjaga kondusifitas, terutama bagaimana bersama-sama menghalangi terjadinya politik uang yang kerap menjadi pemicu hal-hal yang tidak baik di tengah lingkungan masyarakat,” kata Danan yang juga kini menjabat sebagai Bendahara DPC PKB Banyumas.
Diketahui, sejumlah tokoh masyarakat dan warga di Kecamatan Cilongok berharap dalam Pemilu 2024 nanti, keterwakilan anggota DPRD Banyumas yang berasal dari wilayah Kecamatan Cilongok minimal bisa mencapai hingga 4 orang.
Harapan ini tidak lepas dari hasil Pemilu 2019 yang hanya mampu mengantarkan Calon Legislatif (Caleg) yang berasal dari Kecamatan Cilongok hanya 1 orang saja.
Dari data yang dihimpun indiebanyumas.com, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) wilayah Kecamatan Cilongok untuk Pemilu 2024 adalah 97.611 pemilih. Angka itu masih menjadi angka tertinggi dari seluruh wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Banyumas.
Cilongok juga menjadi wilayah paling ‘Gemuk’ dari tiga wilayah kecamatan lain yang masuk dalam Daerah Pemilihan (Dapil) 6. Ketiga kecamatan lainnya itu adalah Karanglewas (50.317), Kedungbanteng (47.437) dan Purwojati (29.862).
Adapun dari hasil perolehan suara pada Pemilu 2019 lalu, dari 8 kursi yang diperebutkan, wilayah lain seperti Karanglewas (3 anggota dewan), kedungbanteng (3 anggota dewan) dan Purwojati (1 anggota dewan). (aga)






