NASIONAL – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat pergerakan penumpang angkutan umum pada hari raya Idul Fitri, Sabtu (21/3), mencapai 873.916 orang. Angka ini merupakan bagian dari total pergerakan kumulatif sejak H-8 yang menunjukkan tren kenaikan signifikan dibandingkan tahun lalu.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titits Dewi, mengungkapkan bahwa pemudik yang menggunakan angkutan umum hingga hari Lebaran masih cukup tinggi, namun tetap terkendali. Moda kereta api menjadi transportasi paling favorit.
“Pemudik dengan angkutan umum hingga hari Lebaran masih cukup tinggi, tetapi masih tetap terkendali. Moda transportasi terbanyak yang digunakan masih dengan moda kereta api,” ujar Ernita di Jakarta, Minggu (22/3) dikutip dari laman resmi Kemenhub.
10,8 Juta Orang Telah Bergerak, Kereta Api Jadi Primadona
Berdasarkan data Kemenhub, secara kumulatif sejak H-8 (13 Maret) hingga hari H Lebaran (21 Maret), total pergerakan penumpang angkutan umum mencapai 10.887.584 orang. Jumlah ini naik 8,58% dibandingkan periode yang sama pada Angkutan Lebaran 2025.
Berikut rincian pergerakan penumpang per moda transportasi:
· Kereta Api: 3.349.343 orang (naik 13,46%)
· Penyeberangan: 2.664.004 orang (naik 14,01%)
· Udara: 2.397.192 orang (naik 2,95%)
· Bus: 1.693.931 orang (naik 9,37%)
· Laut: 783.114 orang
Arus Kendaraan Masih Padat di Tol dan Arteri
Selain penumpang, arus kendaraan juga terpantau tinggi di berbagai simpul transportasi pada hari H Lebaran.
Di gerbang Tol Jabodetabek, total kendaraan yang keluar dan masuk mencapai 380.753 unit, sementara di gerbang Tol non-Jabodetabek tercatat 353.546 unit. Di ruas arteri, kendaraan yang keluar dari Jabodetabek sebanyak 601.275 unit dan yang masuk 460.089 unit.
Kinerja Ketepatan Waktu dan Imbauan Arus Balik
Kemenhub juga mencatat kinerja ketepatan waktu (on time performance/OTP) angkutan umum pada hari H Lebaran. Kereta api antarkota mencatat OTP tertinggi sebesar 97,70%, disusul kereta api regional 99,40%, dan angkutan laut 95,92%. Sementara itu, OTP untuk moda udara domestik tercatat 88,09%.
Masyarakat diimbau untuk mulai mengantisipasi arus balik yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 24 Maret 2026 (H+3).
“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal menghindari waktu-waktu puncak, serta mempertimbangkan alternatif jadwal perjalanan,” ujar Ernita Titis.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik prima, memastikan kesiapan kendaraan, serta menggunakan moda transportasi resmi dan berizin. Informasi terkini dapat diakses melalui kanal resmi pemerintah. (Angga Saputra)









