INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Pensiun

Tambleg
Kamis, 20 November 2025

Rangga Sujali
(Redaktur Tamu Indiebanyumas)

Kuceritakan sesuatu yang terjadi di bumi tempatku berpijak saat ini. Sanur, Denpasar Selatan.

“We choose Sanur, this is the best place for live..” konon tempat ini seperti surga buat mereka. Semua orang tersenyum, lingkungan relatif asri, dan nyaris tanpa hingar-bingar. Bisa berjalan kaki berkilometer tanpa khawatir akan dicopet, tak seperti di Paris. Bahkan dengan US $100 sehari sudah bisa hidup dengan sangat baik.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Steve, berkewarganegaraan United Stated America, sejak usia pensiun, menyewa vila seluas 2 are, setara US $16.000 per tahun. Layak untuk standar mereka, dan mewah untuk standar kebanyakan penduduk pribumi Jawa. Bangunan baru dua lantai, tiga kamar tidur, dilengkapi dengan taman kecil dan kolam renang mini.

Hari-hari berdua saja bersama istrina, Nancy. Bangun pagi, sarapan segelas susu dan sepotong roti, US $5 cukup untuk berdua. Lalu mereka berjalan menyusuri jogging track dari Pantai Segara sampai Pantai Matahari Terbit. Amatlah yakin bahwa matahari tropis menyehatkan tubuh mereka. Dirasa cukup, mampir ke Grand Lucky, belanja sedikit buah, sayuran, dan daging. Tak lebih dari US $30. Lalu mereka kembali ke villa dengan taksi online, juga tidak sampai US $2. Untuk dinner, mereka keluar ke Pasar Sindhu, mencari local food dengan local price. Berdua tidak sampai US $10.

“Dulu saya bekerja dan membayar pajak. Hari ini pemerintah menunaikan apa yang jadi hak saya.”

Di negaraku, kata Mahfudz MD, andai saja dikelola dengan baik, tanpa pajak pun makmur. Aneka bahan tambang ada di sini. Semua negara asing membutuhkan. Tapi penyakit ekskyusitis koruptif menggerogoti pengelola negara. Memaafkan kesalahan yang disengaja dan memanfaatkan jabatan untuk mengeruk keuntungan pribadi dan kelompoknya. Kelompok kecil dengan kekayaan besar, dan menguasai semut Indonesia.

Bangun tidur hingga beranjak tidur, aneka pajak dan cukai dibayarkan. Minyak mentah diekspor lalu mengimpor aneka bahan bakar minyak dari Singapura. Aneka logam diekspor, kita masih impor plat baja dari Jepang. Nikel, lithium, mangan, kobalt, dan graphit pun demikian, lalu ratusan ribu mobil listrik kita impor dari China. Freeport mampu menghasilkan 218.000 ton per hari di tahun 2023, tak usah repot menghitung, karena kalkulator kita akan rusak. Masih untuk keuntungan kelompok yang itu saja.

Tak ada kata jaminan pensiun bagi masyarakat sipil. Jika kamu butuh makan, bekerjalah sampai mati. Beda nasib dengan kuli kontrak yang kalian pilih menjadi wakil rakyat, bekerja alakadarnya dengan fasilitas ekslusif, lengkap dengan tunjangan pensiun. Yups, negara ini dikelola suka-suka. Mereka yang membuat aturan, mereka yang menjalankan, dan mereka yang menikmati fasilitas negara.

Lalu kita membayar pajak untuk apa? Jangan abai dengan urusan yang satu ini, karena kita sudah disetting menjadi mesin penghasil devisa, yang dengan mudah dikendalikan dengan aneka regulasi. Dalam hal tertentu, lebih baik tidak berurusan dengan institusi Perpajakan. Bahkan ketika kita mengajukan restitusi pajak, laporan pajak kita selama 10 tahun pun akan dikoreksi, yang berujung kita harus bayar.

Jangan tanya nasionalisme kami. Karena sedikit saja ada yang mencolek, kami siap berkorban harta dan nyawa. Kendati hari ini kami dengan parau berkata, “Right or wrong, this is my fucking country”.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Operasi SAR Majenang Diperpanjang 3 Hari, Fokus Cari Korban Anak-anak

Selanjutnya

Hari Kedelapan, Harapan Belum Padam di Lokasi Longsor Majenang

Eric Erlangga: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

TERBARU

Kita Ramai Bicara, Sedikit Membaca 

TANDA PETIK ITU

Kamis, 12 Maret 2026

Mahasiswa PBI UMP Ikuti Student Mobility di Malaysia

Mahasiswa PBI UMP Ikuti Student Mobility di Malaysia

Kamis, 12 Maret 2026

LPHKHT Muhammadiyah dan Sentra Halal UMP Audit Halal RPU di Banyumas

LPHKHT Muhammadiyah dan Sentra Halal UMP Audit Halal RPU di Banyumas

Kamis, 12 Maret 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Selanjutnya
Hari Kedelapan, Harapan Belum Padam di Lokasi Longsor Majenang

Hari Kedelapan, Harapan Belum Padam di Lokasi Longsor Majenang

Kuasa Hukum Edward Persilakan Lutfi Ali Ajukan Gugatan Balik

Kuasa Hukum Korban Santri: Ada Tekanan Cabut Laporan di Pesantren

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com