Banyumas – Pemerintah Kabupaten Banyumas, merasa kecolongan akibat adanya pemudik yang nekat pulang kampung, Namun ternyata positif Covid- 19, dan menyebabkan keluarganya terjangkit Corona.
Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan pemudik tersebut kembali ke Desa Gentawangi Kecamatan Jatilang, Kabupaten Banyum. Padahal Pemerintah, mulai dari perbatasan Jakarta hingga di daerah melakukan penyekatan.
Termasuk pihaknya yang melakukan tes cepat antigen terhadap sekitar 2.000 pemudik di sejumlah posko penyekatan. Hasilnya, 17 orang di antaranya positif Covid-19. Namun setelah dilanjutkan dengan swab test PCR, dari 17 orang itu hanya sembilan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.
“ Kita kecolongan sudah masuk rumah dulu, baru kita rapid antigen, yah sudah. Alhamdulilah yang positif sudah kita karantina,”kata Husein.

Sementara itu, Kepala Desa Gentawangi Kuswo kepada RRI Jumat (21/5/2021) menjelaskan warganya seorang perempuan warga RT 4 RW 3, pulang pada H-5 Lebaran 1442 H. Kepulangan warga tersebut untuk merawat orang tuanya sedang sakit.
Setelah mengetahui adanya warga yang mudik, pihaknya kemudian melaporkan kepada Satgas Covid-19 Kecamatan. Selanjutnya dilakukan rapid antigen, ternyata positif Covid-19. Selanjutnya keluarga perempuan tersebut dilakukan tes antigen, hasilnya lima orang positif Covid-19.
Keenam orang ini, pada H- 2 Lebaran 1442 H dikarantina di sekitar kawasan wisata Baturaden.
“ Desa tahu, langsung dilaporkan ke Puskesmas. Kemudian langsung diambil tindakan dirapid. Ternyata hasilnya positif, tapi sudah kadung berinteraksi dengan keluarganya,”kata Kuswo.
Setelah menjalani karantina di Baturaden, keenam warga Gentawangi saat ini sudah kembali ke rumah. Pemerintah Desa dan Kabupaten, meminta agar warga yang pulang mudik sebelum sampai ke rumah untuk melapor ke Satgas Covid-19. (RA).






