BANYUMAS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan program perluasan kanal aduan masyarakat bertajuk Ngopeni Omah Ngelakoni Sesarengan. Inisiatif ini diresmikan dalam acara “Gubernur Menyapa Rumah Rakyat” di Kantor Cabdin Pendidikan Wilayah X Banyumas, dengan tujuan mendekatkan pelayanan publik ke seluruh lapisan masyarakat.
Wakil Gubernur Taj Yasin menegaskan bahwa rumah dinas dan kantor gubernur adalah “rumah rakyat”. Namun, dengan cakupan wilayah luas dari Brebes hingga Rembang serta Cilacap, Pemprov menilai perlu adanya kanal aduan yang lebih dekat dan mudah dijangkau.
Kanal Aduan Fisik
Pada tahap awal, Pemprov menempatkan pusat penerimaan aduan di Cabdin Pendidikan Wilayah X, VII, dan III. Langkah ini menyasar warga yang belum terbiasa menggunakan kanal digital seperti aplikasi Jateng Ngopeni. Setiap aduan ditargetkan mendapat respons cepat dan tepat.
“Kami ingin masyarakat merasa dekat dan diopeni. Jika hanya mengandalkan kantor di Semarang, waktu 24 jam tidak akan cukup untuk mendengar 18 juta warga,” ujar Taj Yasin.
Sinergi Antar level Pemerintah
Konsep Sesarengan menekankan kerja bersama lintas kewenangan. Aduan pendidikan SD dan SMP akan diteruskan ke pemerintah kabupaten/kota, sementara isu lingkungan seperti tambang di Gunung Slamet akan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.
Penguatan Program Kecamatan Berdaya
Selain kanal aduan, Pemprov juga memperkuat program Kecamatan Berdaya yang sudah menjangkau 35 kabupaten/kota. Fokusnya meliputi:
– Bantuan hukum & paralegal: pos bantuan hukum di desa untuk kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak
– Perlindungan penyintas: penggunaan istilah “penyintas” untuk menjaga kepercayaan diri dan keberlanjutan hidup.
– Keadilan gender: Indeks Capaian Gender Jateng mencapai 93,00, melampaui rata-rata nasional. Partisipasi kerja perempuan (61,82%) terus didorong.
“Perempuan di Jawa Tengah memiliki potensi besar dengan rata-rata lama sekolah lebih tinggi dibanding laki-laki. Kami ingin perempuan berdaya ini benar-benar mengawal pembangunan Jawa Tengah,” tegas Taj Yasin.
Melalui Ngopeni Omah Ngelakoni Sesarengan, Pemprov Jateng menegaskan komitmen menghadirkan pelayanan publik yang inklusif, responsif, dan berpihak pada masyarakat di seluruh pelosok Jawa Tengah. (Angga Saputra)







