Cilacap – Fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau RDF ( Refuse Derived Fuel ) di Kabupaten Cilacap telah beroperasi selama satu tahun. Fasilitas ini telah memberikan manfaat atau solusi berkelanjutan bagi permasalahan sampah di Kabupaten Cilacap.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Cilacap Wasi Aryadi mengatakan sampah yang telah diolah untuk dijadikan bahan bakar alternative mencapai kurang lebih 47.000 ton , hal ini menunjukan keberadaan fasilitas RDF telah mampu membuat paradigma baru cara memanfaatkan sampah , dan sampah masih memiliki nilai ekonomis
Dengan adanya fasilitas pengolahan sampah RDF , dan teknik pengolahan sampah yang lebih ramah lingkungan. Membantu mengurangi bahkan menghilangkan potensi pencemaran tanah oleh air lindi, serta penumpukan sampah yang menimbulkan bau menyengat.
Pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternative saat ini masih menjadi salah satu pilihan terbaik selain di manfaatkan menjadi tenaga listrik. Keberadaan industri semen di Kabupaten Cilacap, menjadi pemetik manfaat dari hasil pengolahan sampah menjadi kunci.
Untuk keberlanjutan dan pengembangan dari fasilitas pengolahan sampah, di Kabupaten Cilacap.
General Manager Solusi Bangun Indonesia pabrik Cilacap Istifaul Amin mengatakan sampah kering yang dihasilkan dari fasilitas pengolahan sampah yang siap dibakar di pabrik semen memiliki kadar air di bawah 25 persen.
Untuk mencapai kadar air tersebut proses pengolahan sampah menggunakan metode pengeringan Bio Drying selama 21 hari.
Saat ini fasilitas pengolahan sampah terus melakukan pembenahan, berbagai stakeholders memberikan perhatian serius untuk keberlangsungan dan kelancaran operasional.
Potensi untuk menambah jumlah sampah yang diolah sangat terbuka, sehingga kemampuan pengolahan akan lebih optimal dan menghasilkan sampah kering sebagai bahan bakar alternatif dalam jumlah yang besar.
” Selain memanfatkan sampah sebagai bahan bakar, kami juga mengembangkan pemberdayaan masyarakat dengan pembentukan Bank Sampah dan gerakan pilah sampah dari rumah, dan memanfaatkan sampah basah untuk pupuk “ ujarnya. (DN)





