INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

NEGERIMU NEGERI TIPSANI

Kamis, 4 Januari 2024

Prof Yudhie Haryono PhD
Presidium Forum Negarawan

Dalam kitab Blowjob karya penghuni istana hari ini tertulis, “Jika tak bisa menang dengan angka, gunakan bunga. Jika tak bisa menang dengan bunga, pakailah penjara. Jika tak bisa menang dengan penjara, mainkan senjata.”

Kamu membaca berulang-ulang mantera itu di depanku. Lalu, kau baca postulat politik modern yang kini jadi mantera, “Politik republik itu adalah ketika apa yang dipikirkan tidak sama dengan apa yang dikatakan dan tidak sama juga dengan apa yang dilakukan.”

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

“Itulah otak pilkadal bin Sarimin,” kataku. Itulah nalar kolonial. Jauh dari otak pemimpin yang negarawan. Jauh dari Indonesia. Inilah pengkhianat Pancasila. Mereka cuma berfilsafat, “bayar semuanya, atur semaunya; beli semurahnya, gilas seenaknya.”

Milyaran purnama berlalu. Jutaan detik terlewati. Berlari dan berjalan aku tanpa melirik pada dunia. Tak pernah ada cinta yang lain. Tak tertarik pada harta, tahta dan wanita. Sebab, hatiku terbuka hanya untuknya: untuk pengetahuan dan ilmu-ilmu nusantara. Untuk perlawanan. Untuk memenangkan perang dan tempur.

Kini. Aku masih sering bermimpi memelukmu di Danau Ateh. Tentu, sambil bercerita soal novel-novel Dan Brown yang luwar biyasa itu. Tetapi, kegelapan zaman ini terus menunda mimpi itu. Bahkan, kita lelap dalam kejaran rizki yang tak pasti.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Danau ini terletak di Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Danau ini bersama-sama dengan Danau Bawah, dikenal sebagai Danau Kembar. Sebab memang serupa walau tak sama.

Kau tahu, Dan Brown adalah novelis lulusan Universitas Amherst. Sebelum menjadi penulis, ia pernah berprofesi sebagai guru bahasa Inggris. Saat ini bertempat tinggal di New England. Ia menulis banyak novel: 1997 Digital Fortress, 2000 Angels and Demons, 2001 Deception Point, 2003 The Da Vinci Code, 2009 The Lost Symbol, 2013 Inferno dan tahun 2017 Origin.

Eh, kamu tiba-tiba menyela, “yank mengapa kita melarat?” Tentu, yang paling utama adalah karena kita tak mau membuang metoda hidup lama yang usang. Hidup kita aman di negara tanpa kreasi kecuali utang, gadai dan obral. Sedihnya, melarat jadi kunci dan syarat di negara produsen pengkhianat dan penjahat terbesar di dunia dan akherat.

Mencipta hidup baru itu mudah. Meninggalkan pola hidup lama itu yang susah. Pada pola lama, inovasi diabsenkan, kreasi dinihilkan, produksi dan industri diharamkan, kecerdasan dan kejeniusan dipenjarakan.

So, soal melarat adalah soal “kenyamanan” pada kejahiliyahan (bersama) yang diresmikan oleh negara via begundal kolonial yang berkuasa dengan teks-teks ketikan mereka. Di negara bermental kolonial, banyak kebijakan tidak berlandaskan ilmu pengetahuan. Akhirnya semua malas mengembangkan ilmu dan pengetahuan. Padahal, ilmu pengetahuan adalah alat kemandirian.

Itulah mengapa, pilpres (dengan pola lama) kita baru berhasil menegakkan demokrasi (para) pencuri yang menternak pencuri demokrasi. Resiprokal. Tak lebih. Tak kurang.

Maka, berhati-hatilah. Banyak kejahatan negara melarat dimulai dari kemelaratan ide dan pembagian sogok serupiah-dua rupiah. Kekerean dan kejahatan ini juga bisa berjejak pada ketiadaan sejarah perlawanan dan tanpa genealogi pemikiran serta ilusi yang dibesar-besarkan via media (pencitraan yang hiperrealitas).

Mau tahu hukum besi sejarah peradaban besar? MENINGGALKÀN DAN MENCIPTAKAN. ITU KUNCINYA. Mari mulai. Segera.(*)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

SJAFRUDDIN PRAWIRANEGARA DAN UANG

Selanjutnya

MASON BISNIS DEGIL DI REPUBLIK

TERBARU

Rektor Bukan Cuma Urusan Internal Kampus, Masyarakat Punya Hak Suara

Rektor Bukan Cuma Urusan Internal Kampus, Masyarakat Punya Hak Suara

Selasa, 3 Februari 2026

Launching RDF dan Recycling Center, Bupati Banyumas Targetkan 10 Unit

Launching RDF dan Recycling Center, Bupati Banyumas Targetkan 10 Unit

Selasa, 3 Februari 2026

Ketua DPRD Banyumas Tekankan Komunikasi Eksekutif-Legislatif, Siap Dorong Dewan Lebih Aspiratif

Ketua DPRD Banyumas Tekankan Komunikasi Eksekutif-Legislatif, Siap Dorong Dewan Lebih Aspiratif

Selasa, 3 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

Polemik Puskesmas 2 Cilongok, Anang Kostrad Dorong Pembangunan Puskesmas 3

Polemik Puskesmas 2 Cilongok, Anang Kostrad Dorong Pembangunan Puskesmas 3

Selasa, 3 Februari 2026

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

Senin, 2 Februari 2026

Selanjutnya

MASON BISNIS DEGIL DI REPUBLIK

Lubab Habiburrohman Raih Juara 1 Lomba Video Bimbingan Penyuluh HAB ke 78 Kantor Kemenag Banyumas

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com