PURWOKERTO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas rencanakan akan segera menggelar operasi pasar terkait harga minyak goreng yang masih bergejolak tinggi.
Dengan harga saat ini jauh diatas harga eceran tertinggi, yaitu mencapai rata-rata 19 ribu hingga 20 ribu perliter.
Didik Haridik, Sub Koordinator Seksi Informasi, dan Promosi Dagang Dinperindag Banyumas mengatakan, ada beberapa faktor sehingga harga minyak goreng saat ini masih tinggi.
“Faktor yang mempengaruhi seperti minyak itu salah satu faktornya karena kenaikan harga sawit CPO yang kategorinya itu merupakan bahan baku pembuatan minyak, artinya biaya produksi minyak naik, sehingga harga minyak goreng juga ikut naik,” katanya kepada Radarbanyumas.co.id, Jumat (31/12).
Karena faktor itu, Ia menyebutkan, sehingga kenaikan minyak goreng tidak hanya terjadi di Banyumas tetapi terjadi diseluruh Indonesia.
Dimana menyikapi harga minyak goreng yang saat ini belum stabil, Ia melanjutkan, bakal menggelar operasi pasar.
“Jadi untuk kegiatan yang bisa dilaksanakan yaitu operasi pasar, kita sudah mengagendakan dalam waktu dekat untuk operasi pasar minyak goreng,” lanjutnya.
Operasi pasarpun, direncanakan akan dilaksanakan minggu depan.
“Kita laksanakan untuk operasi minyak goreng minggu depan, dalam waktu dekat ini jadi Senin Selasa, itu dibeberapa titik,” terangnya. (win)





