BANYUMAS– Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 sebagai tahapan penting penyusunan arah pembangunan daerah. Forum ini menjadi wadah menyelaraskan aspirasi masyarakat, program pemerintah daerah, serta kebijakan provinsi dan pusat.
Bupati Banyumas Sadewo Trilastiono menegaskan Musrenbang harus memastikan pembangunan berjalan terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Musrenbang ini menjadi forum untuk menyelaraskan aspirasi dan program pembangunan serta menentukan prioritas agar pembangunan daerah berjalan terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.
Implementasi RPJMD 2025–2029
RKPD 2027 merupakan bagian dari implementasi RPJMD Banyumas 2025–2029 dengan visi
“Mewujudkan Banyumas yang produktif, adil, dan sejahtera.”
Visi tersebut diwujudkan melalui enam misi pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, pelestarian lingkungan, hingga tata kelola pemerintahan yang profesional dan transparan.
Tema dan Prioritas 2027
Tema pembangunan Banyumas tahun 2027 adalah pemenuhan pelayanan dasar, peningkatan daya saing SDM, serta efektivitas kelembagaan daerah sebagai landasan pertumbuhan ekonomi inklusif.
Sejalan dengan tema tersebut, pemerintah menetapkan lima prioritas pembangunan:
– Pemenuhan pelayanan dasar masyarakat
– Peningkatan daya saing SDM
– Pemanfaatan potensi daerah untuk ekonomi inklusif
– Efektivitas kelembagaan daerah
– Peningkatan daya saing infrastruktur
Program Unggulan dan Pendanaan
Sadewo menekankan program unggulan bupati dan wakil bupati diarahkan pada penguatan pelayanan publik, ekonomi masyarakat, dan infrastruktur.
Ia juga menyoroti keterbatasan APBD, sehingga Banyumas mendorong kolaborasi pendanaan lintas sektor. Pada 2025, Banyumas berhasil menghimpun pendanaan non-APBD lebih dari Rp294 miliar dari APBN, APBD Provinsi, CSR, dunia usaha, dan lembaga nonpemerintah.
Pendidikan dan Infrastruktur
Sadewo menargetkan Banyumas menjadi pusat pendidikan di Jawa Tengah bagian selatan dan barat. Pemerintah tengah menyiapkan sekolah terintegrasi SD–SMA serta pusat pendidikan aparatur Kejaksaan.
Di sektor infrastruktur, program rehabilitasi sekolah, pembangunan puskesmas rawat inap, perbaikan jalan, RTLH, pengelolaan sampah, dan penataan pasar terus digulirkan. Banyumas bahkan mengusung slogan “tiada hari tanpa perbaikan jalan.”
Inovasi Sampah dan Investasi Pangan
Banyumas mendorong ekonomi sirkular melalui kerja sama pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai ekspor, termasuk rencana kerja sama Sister City dengan Ipoh, Malaysia.
Selain itu, investasi di sektor pertanian dan peternakan berpotensi menghadirkan dana Rp600–680 miliar per tahun untuk ketahanan pangan.
Dukungan Program Nasional
Banyumas juga mendukung program strategis nasional, seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat. Saat ini, tercatat 331 koperasi desa dan kelurahan telah terbentuk dengan legalitas lengkap.
Ajakan Kolaborasi
Sadewo menegaskan keberhasilan pembangunan bergantung pada partisipasi semua pihak.
“Pembangunan daerah tidak akan berhasil apabila hanya dilakukan pemerintah. Diperlukan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan Banyumas berjalan lebih cepat dan memberi manfaat nyata,” tegasnya. (Angga Saputra)









