Tidak semua orang berani meninggalkan pekerjaan yang sudah digeluti puluhan tahun. Namun, Andes Mailadi Sudrajat (50), warga Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Banyumas, membuktikan bahwa keputusan besar bisa membuka jalan hidup baru.
Selama 23 tahun Andes bekerja sebagai debt collector (DC). Rutinitas keras dunia penagihan hutang membuatnya jenuh. Ia pun memilih banting setir ke usaha budidaya ikan gurame.
“Dulu saya sebagai DC selama 23 tahun. Karena sudah merasa jenuh, saya banting setir,” ujarnya.
Dari Lahan Sempit Jadi Sumber Rezeki
Terinspirasi rekan yang lebih dulu sukses, Andes memanfaatkan lahan terbatas di sekitar rumah. Dengan modal Rp5 juta, ia membangun kolam sederhana dan memulai usaha kecil-kecilan.
Kini, ia memiliki lima kolam berisi sekitar 200 ekor gurame per kolam. Total lebih dari seribu ekor ikan dipelihara, dengan estimasi panen mencapai 600 kilogram. Dengan harga pasar Rp50 ribu per kilogram, usaha ini menjadi sumber ekonomi utama keluarganya.
Alasan Andes memilih gurame sederhana: ikan ini kuat, mudah dirawat, dan hemat pakan.
“Perawatannya tidak ribet. Makannya sebatas daun-daunan saja,” jelasnya.
Efisiensi ini membuat budidaya gurame cocok dijalankan masyarakat desa, bahkan dengan lahan sempit.
Kisah Andes menunjukkan bahwa keterbatasan modal dan lahan bukan halangan untuk sukses. Dari pekerjaan penuh tekanan, ia berani memilih jalan baru yang lebih menenangkan sekaligus produktif.
Dari Patikraja, Banyumas, lahir pelajaran penting: keberanian keluar dari zona nyaman bisa membuka peluang tak terduga. (Angga Saputra)






