Purwokerto – Potensi gula kelapa di Kabupaten Banyumas salah satu sentranya didukung dari Koperasi Serba Usaha KSU Nira satria desa Pageraji Kecamatan Cilongok, Banyumas. Seperti koperasi lainnya, KSU Nira Satria juga sempat terpuruk di tengah pandemi covid 119 namun kini berangsur pulih dan bangkit . Ketua KSU Nira Satria, Martam Andriansyah mengungkapkan, saat ini di bulan puasa ramadhan permintaan gula merah justru mulai meningkat untuk eskpor namun yang permintaan local justru diakui menurun .
“ Jadi memang ada perbedaan yang signifikan menyangkut permintaan tahun lalu dengan sekarang . Unmtuk eskpor kami sudah menembus Afrika Selatan, Yunani, Jerman , dan Portugal setahun mencapai 300 hingga 500 ton “ ungkap Andriansyah .
Kepada RRI, Rabu ( 28/4/2021 ), Martam Andsiransyah menyebut kendala ekspor selama ini diantaranya menyangkut standarisasi produk yang semakin tinggi.
“ Jadi standar produk yang diinginkan negara negara itu makin tinggi dan juga pengujian laboratorium juga makin rumit dan lengkap “ tambahnya.
Saat ini harga gula merah local dari petani Rp.16 ribu sampai Rp.17.ribu perKg, dan perajin dari KSU Nira Satria masih memfokuskan permintaan pasar ekspor produk gula merah kristal. Pihaknya juga masih menerima pendampingan dari versaice Indonesia juga dari DSZ serta Perhimpunan Klaret .(IND )







