INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Marak Kasus Pelecehan Anak, Begini Cara Pemkab Cilacap Melakukan Pencegahan

Kamis, 13 Januari 2022

Cilacap – Pemkab Cilacap terus berupaya menekan angka pelecahan terhadap anak, apalagi setelah terkuaknya kasus pencabulan terhadap 15 siswi SD di Cilacap yang dilakukan oleh gurunya sendiri baru-baru ini. Bahkan, bukan hanya di Cilacap, kasus pelecehan anak secara juga terjadi pada daerah lain di Indonesia.

Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Cilacap Budi Santoso mengatakan, untuk mencegah terjadinya pelecehan anak, pihaknya telah menggandeng instansi lain yang sama-sama memiliki tupoksi perlindungan anak dan kependudukan.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

“Misalnya kami dengan Dinas Capil, Dinas Permades, Dinas Pendidikan, Kepolisian serta psikolog. Ke depan akan ada kegiatan bersama untuk mensosialisasikan terkait kesadaran perlindungan anak,” katanya kepada serayunews.com, Kamis (13/1/2022).

Menurutnya, kesadaran perindungan anak merupakan kebutuhan yang tak bisa ditawar lagi. Anak, katanya, memiliki hak hidup yang sama seperti layaknya orang dewasa, sehingga benteng utama dalam perlindungan anak yakni ada pada keluarga, lingkungan dan sekolah.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

“Tugas kami tentunya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tanggung jawab memberikan perlindungan terhadap anak. Sudah tidak bisa sekarang ini anak dipandang sebelah mata, termasuk memberikan kebebasan berpendapat dan memilih jalan hidupnya,” tuturnya.

Di sisi lain, kata dia, maraknya pernikahan dini juga merupakan persoalan yang tak luput dari perhatian pemerintah. Hal tersebut dikarenakan adanya keterkaitan dengan meningkatnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta naiknya angka stunting.

“Pernikahan dini, KDRT dan stunting itu sebenarnya ada kaitannya satu sama lain. Ketika belum siap menikah, baik secara mental maupun material akan berakibat pada KDRT kemudian bisa juga si anak menjadi stunting,” jelasnya.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Nyalakan Lilin dan Ditinggal, Rumah Ludes Terbakar

Selanjutnya

Obyek Wisata di Banyumas Ini Akan Dikelola BLUD, Target PAD Rp 48 Miliar

TERBARU

Dari Musik Religi ke Layar Lebar, Opick Buktikan Diri Bukan Hanya “Tombo Ati”

Dari Musik Religi ke Layar Lebar, Opick Buktikan Diri Bukan Hanya “Tombo Ati”

Minggu, 22 Maret 2026

Lebaran, Mudik, dan Rasa yang Terbungkus Kupat

Lebaran, Mudik, dan Rasa yang Terbungkus Kupat

Minggu, 22 Maret 2026

Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Kolesterol, Ini Tips Sehatnya

Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Kolesterol, Ini Tips Sehatnya

Minggu, 22 Maret 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

Selanjutnya

Obyek Wisata di Banyumas Ini Akan Dikelola BLUD, Target PAD Rp 48 Miliar

Ada 36 Ruas Jalan di Banjarnegara yang Jadi Prioritas Pembangunan

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com