INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Mahfud MD : Intimidasi Terhadap Aktivis Mahasiswa Tidak Seharusnya Terjadi

Minggu, 12 November 2023

Bakal cawapres dari koalisi PDIP dkk, Mahfud MD, mengatakan dugaan intimidasi yang dialami Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Melki Sedek Huang, semestinya tak boleh terjadi.

Melansir laman CNN Indonesia, Melki sebelumnya mengaku mendapat intimidasi dari aparat. Ia menduga hal itu bertalian dengan gerakan protes mahasiswa soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat minimal batas usia capres-cawapres.

“Ya kan saya sudah mengatakan tidak boleh terjadi,” kata Mahfud ditemui di Surabaya, Sabtu (11/11).

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Mahfud mengatakan hal yang dilakukan Ketua BEM UI yakni memprotes putusan MK, adalah bagian dari kebebasan berpendapat dan berekspresi. Oleh karena itu, tegas dia, kebebasan berpendapat dan berekspresi itu tak boleh dihalangi.

“Orang berekspresi, mengajukan aspirasi itu tidak boleh dihalangi, tidak boleh di teror,” ujar Menko Polhukam RI ini.

Sebelumnya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Melki Sedek Huang mengaku mendapat intimidasi, termasuk keluarganya di Pontianak, Kalimantan Barat.

Ia menduga intimidasi tersebut bertalian dengan gerakan mahasiswa soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat minimal batas usia capres-cawapres.

Sejak awal menjalani kepengurusan BEM UI di 2023, Melki mengaku ia dan sejumlah mahasiswa lainnya kerap mendapat serangan-serangan digital maupun teror dalam berbagai bentuk.

Kendati demikian, intensitasnya kian tinggi sejak hiruk pikuk putusan MK yang dipimpin ipar Presiden Joko Widodo, Anwar Usman.

“Saya tidak tahu apapun motifnya, tapi saya punya keyakinan bahwa ini cukup bertalian erat dengan kondisi sosial politik yang hari ini sedang mengudara yang salah satunya adalah tentang hiruk pikuk putusan MK tersebut,” kata Melki saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (8/11).

Melki menyebut keluarganya di Pontianak, Kalimantan Barat juga didatangi sejumlah pihak yang mengaku sebagai aparat keamanan beberapa minggu lalu.

“Paling parah Ibu saya di rumah Pontianak, didatangin sama orang berseragam TNI sama Polisi. Ditanya-tanyainlah kebiasaan Melki di rumah dulu ngapain, ibu saya itu kalau balik ke rumah pernah balik malam enggak, balik jam berapa. Ya menanyakan kebiasaan orang-orang di rumah,” tutur dia.

Terpisah, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen Iwan Setiawan mengklaim tidak ada anggota yang terlibat dalam dugaan intimidasi terhadap Melki dan keluarganya di Pontianak, Kalimantan Barat.

“Sampai dengan saat ini, tidak ada anggota saya yang terkait dengan hal tersebut,” kata lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (10/11).

Bantahan serupa juga diutarakan oleh Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pipit Rismanto. Pipit menyatakan tidak ada anggota yang terlibat dalam dugaan intimidasi Melki dan keluarganya di Pontianak.

“Yang informasi awal kita duga apakah ada oknum anggota Polri, kita pastikan tidak ada oknum anggota Polri yang terlibat, kami pastikan tidak ada satupun anggota Polri yang melakukan tindakan-tindakan tercela yang tidak sesuai aturan,” kata Pipit.

Pipit menegaskan jika masyarakat ada yang merasa terancam atau terintimidasi oleh anggota Polri, jangan ragu untuk melapor.

“Dari Polda Kalimantan Barat tentunya kita akan terbuka apabila ada hal-hal yang masyarakat merasa tidak nyaman atau merasa terintimidasi oleh oknum-oknum tertentu, silakan melaporkan secara resmi ke Polda Kalimantan Barat,” kata dia.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Bertemu dengan Para Kyai Jatim, Prabowo Merasa Memperoleh Tambahan Energi Positif

Selanjutnya

Ladang Ganja 150 Hektare Ditemukan, Dikendalikan dari Dalam Penjara

Eric Erlangga: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

TERBARU

PDIP Tegaskan Anggaran MBG Bersumber dari Pos Pendidikan, Rujuk UU APBN 2026

PDIP Tegaskan Anggaran MBG Bersumber dari Pos Pendidikan, Rujuk UU APBN 2026

Rabu, 25 Februari 2026

JAZIRAH ARABIAH DI MATA ROGAN

JAZIRAH ARABIAH DI MATA ROGAN

Rabu, 25 Februari 2026

Seorang Pria Ditemukan Meninggal Tersengat Setrum Ikan di Sungai Gangguru Karangnangka

Seorang Pria Ditemukan Meninggal Tersengat Setrum Ikan di Sungai Gangguru Karangnangka

Rabu, 25 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Jumat, 6 Februari 2026

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

Selanjutnya

Ladang Ganja 150 Hektare Ditemukan, Dikendalikan dari Dalam Penjara

Kemendikbudristek Optimistis 1 Juta Guru ASN PPPK Segera Tercapai 

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com