INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

LPPSLH Jawab Tantangan Disrupsi, Luncurkan Platform Digital untuk Gerakan Masyarakat Sipil

LPPSLH Jawab Tantangan Disrupsi, Luncurkan Platform Digital untuk Gerakan Masyarakat Sipil

Dr Barid Hardiyanto memberi penjelasan mengenai platform lppslh.or.id kepada pegiat LPPSLH, alumni LPPSLH dan kader komunitas serta kalangan masyarakat sipil lainnya. (Foto : Doc. Pribadi)

Kamis, 19 Februari 2026

PURWOKERTO – Di tengah gelombang disrupsi digital yang mengubah wajah berbagai sektor, Lembaga Penelitian Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH) mengambil langkah berani. LSM yang telah puluhan tahun berkecimpung di dunia pemberdayaan masyarakat ini resmi bertransformasi dengan meluncurkan platform interaktif lppslh.or.id, sebuah ekosistem digital yang dirancang untuk menyatukan para pegiat sosial dari berbagai latar belakang.

Soft launching platform ini digelar dalam acara “Sambung Rasa Pegiat LPPSLH, Alumni LPPSLH, dan Kader Komunitas” di Warunge Dewek, Purwokerto, Sabtu (14/2/2026). Suasana hangat dan reflektif mewarnai pertemuan yang difasilitasi langsung oleh Direktur LPPSLH, Bangkit Ari Sasongko. Sementara itu, pemaparan visi dan filosofi di balik platform tersebut dibawakan oleh Dr. Barid Hardiyanto, sang penggagas transformasi digital lembaga.

Bukan Sekadar Website Biasa

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Kehadiran lppslh.or.id ditegaskan bukan sekadar wajah baru di dunia maya atau etalase profil lembaga. Lebih dari itu, platform ini merupakan bentuk revolusi cara kerja organisasi masyarakat sipil. LPPSLH sadar bahwa metode konvensional yang linier, eksklusif, dan birokratis telah mencapai batas usianya.

Platform ini dirancang sebagai ruang pertemuan digital—sebuah titik hubung di mana para aktivis bisa berkolaborasi, bertukar data lapangan, dan merancang aksi sosial yang berdampak nyata.

Alarm bagi LSM: Berubah atau Tergilas

Langkah transformatif ini lahir dari kegelisahan akademik sekaligus empiris. Dalam kolom opininya di Tempo.co bertajuk “Disrupsi LSM”, Barid Hardiyanto menyoroti temuan Edelman Trust Barometer yang menunjukkan tren penurunan kepercayaan publik terhadap LSM—bahkan sempat tertinggal di bawah sektor bisnis dan pemerintahan.

Lebih dari itu, LSM kini menghadapi pesaing-pesaing baru: startup, platform crowdfunding seperti Kitabisa.com, wirausaha sosial, hingga gerakan spontan yang dipelopori para influencer di media sosial. Advokasi yang dulu memakan waktu berbulan-bulan, kini bisa rampung dalam hitungan jam hanya lewat satu cuitan viral.

“Jika LSM tidak peka, menolak terbuka, dan gagal mengubah metode kerjanya, mereka dipastikan akan tergilas zaman,” tulis Barid.

Dari Program ke Platform: Pergeseran Paradigma

Transformasi LPPSLH sejalan dengan gagasan dalam e-book karya Barid Hardiyanto berjudul Disrupsi LSM: Arah Baru di Tengah Perubahan Zaman. Dalam buku tersebut, ia menyerukan pergeseran fundamental: dari pola pikir “program” menuju pola pikir “platform”.

Program konvensional bekerja seperti pipa—nilai diciptakan secara internal oleh para ahli, lalu didorong ke penerima manfaat di ujung lain. Sebaliknya, platform membangun panggung tempat berbagai kelompok pengguna saling terhubung dan menciptakan nilai bersama.

Dalam presentasinya, Barid menegaskan, “Kita harus berani menerima kenyataan bahwa era ‘LSM seperti biasa’ telah berakhir. Kapal yang selama puluhan tahun menjadi kendaraan para pegiat sosial kini telah menabrak gunung es disrupsi.”

Dari “Pahlawan” Menjadi “Tuan Rumah”

Salah satu poin paling krusial dalam transformasi ini adalah perubahan pola pikir. Selama ini, LSM dan para aktivisnya kerap terjebak dalam sindrom “pahlawan”—merasa datang membawa solusi untuk “menyelamatkan” komunitas yang dianggap tak berdaya.

Melalui platform digital ini, peran LPPSLH secara radikal bergeser menjadi fasilitator atau “tuan rumah”. Artinya, LPPSLH bertugas menggelar panggung agar komunitas dapat menemukan jawaban dan mengembangkan kekuatannya sendiri.

Dengan lppslh.or.id, masyarakat sipil, donor, relawan muda, pakar IT, hingga unsur pemerintah dapat berinteraksi secara setara. Model ini mengobati penyakit birokrasi dan keterputusan hubungan yang kerap menjangkiti operasional LSM tradisional.

Direktur LPPSLH, Bangkit Ari Sasongko, menyebut langkah ini sebagai self-disruption—proses sadar membongkar kebiasaan lama sebelum menjadi belenggu.

“Platform ini adalah wujud keberanian kami mendisrupsi diri sendiri. Setiap inisiatif aktivis, laporan dari desa, dan gagasan pembangunan kini bisa terhubung dengan ekosistem yang lebih luas secara independen dan adaptif,” ujar Bangkit.

Undangan Kolaborasi untuk Semua

Sebagai sebuah platform ekosistem, nilai lppslh.or.id tidak lahir dari penciptanya, melainkan tumbuh dari interaksi para pengguna. Karena itu, acara “Sambung Rasa” yang digelar di Hari Valentine ini menjadi titik tolak konsolidasi gerakan baru.

“Kami mengundang seluruh pegiat sosial, LSM mitra, serikat pekerja, kelompok petani, akademisi kampus, hingga startup teknologi yang peduli pada isu keadilan struktural, pemerataan ekonomi, dan ekologi untuk bergabung,” ajak Bangkit.

Barid menutup presentasinya dengan pesan yang menggugah. Menurutnya, menciptakan solusi baru di sektor nirlaba membutuhkan keberanian untuk percaya bahwa platform lebih kuat daripada program. Teknologi, kata dia, harus bermuara pada agenda keadilan mendasar atau yang ia sebut sebagai Disruptive Justice.

“Teknologi di lppslh.or.id harus menjadi perisai bagi mereka yang tertindas, menjadi panggung bagi suara masyarakat marginal, dan memfasilitasi distribusi ekonomi kerakyatan secara transparan,” pungkasnya.

Peluncuran lppslh.or.id menjadi penanda bahwa fajar baru bagi gerakan kerelawanan dan pemberdayaan sosial di Indonesia telah tiba. LPPSLH membuktikan bahwa dengan keberanian merombak diri dan merangkul inovasi, kebaikan akan selalu menemukan jalannya di setiap zaman. (redaksi)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

KPK dan Kortastipidkor Polri Satu Padu, Standarisasi Prosedur Perkara Korupsi Sambut 2026

Eric Erlangga: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

TERBARU

LPPSLH Jawab Tantangan Disrupsi, Luncurkan Platform Digital untuk Gerakan Masyarakat Sipil

LPPSLH Jawab Tantangan Disrupsi, Luncurkan Platform Digital untuk Gerakan Masyarakat Sipil

Kamis, 19 Februari 2026

KPK dan Kortastipidkor Polri Satu Padu, Standarisasi Prosedur Perkara Korupsi Sambut 2026

KPK dan Kortastipidkor Polri Satu Padu, Standarisasi Prosedur Perkara Korupsi Sambut 2026

Kamis, 19 Februari 2026

Bukan Cuma Ngaji, Santri Kini Wajib Jago Olahraga! Ini Kata Menag

Bukan Cuma Ngaji, Santri Kini Wajib Jago Olahraga! Ini Kata Menag

Kamis, 19 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Jumat, 6 Februari 2026

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Digelar Minggu, Ini Rutenya

Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Digelar Minggu, Ini Rutenya

Jumat, 13 Februari 2026

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com