INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Longsor Makin Parah, Puluhan Warga di Cilacap Mengungsi

Selasa, 30 November 2021

Cilacap – Longsor di Dusun Pegergunung, Desa Karanggintung, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah semakin parah dipicu curah hujan tinggi beberapa waktu terakhir. Akibatnya puluhan jiwa mengungsi.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Sidareja, Agus Sudaryanto mengatakan total terdapat 24 bangunan yang rusak. Dari jumlah itu, sembilan rumah rusak berat dan beberapa di antaranya roboh karena gerakan tanah yang terus terjadi.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

“Ya memang kami harapkan untuk bisa mengungsi,” kata Agus, Senin (29/11).

Dikatakan, warga yang rumahnya tidak bisa dihuni kini mengungsi di gedung SD terdekat, yakni SD Negeri 6 Karanggintung. Sementara, lainnya mengungsi ke rumah kerabat di lokasi yang lebih aman.

Agus mengaku tidak bisa memastikan berapa jumlah total pengungsi. Jumlahnya sangat fluktuatif. Pada malam hari, warga mengungsi. Namun, siang hari warga kembali ke rumah dan melakukan aktivitas sehari-hari.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

“Untuk retakan sih, masih di zona yang awal. Cuma, retakan-retakan kecil terjadi, masih di lokasi itu juga. Kemudian, dari beberapa rumah yang terdampak, beberapa memang sudah mulai roboh temboknya,” ucap dia.

Informasi yang dihimpun, jumlah pengungsi di SD N 6 Karanggintung sekitar 30 jiwa. Di luar itu, ada pula yang mengungsi ke rumah kerabat.

“Ya, yang lama. Yang paling parah itu kan sembilan rumah itu,” ungkapnya.

Agus menambahkan, sebelumnya longsor terjadi di Dusun Pagergunung, RT 03 RW 1. Retakan utama muncul disertai dengan retakan-retakan kecil sehingga jumlah rumah rusak bertambah.

Semula, rumah terdampak hanya 21, namun kini sudah berdampak ke 24 rumah. Gerakan tanah juga masih terus berlangsung seiring curah hujan tinggi. Dia mengimbau, seluruh warga di area terdampak mau mengungsi ke tempat lebih aman.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Mengintip Proses Pembuatan Gula Jawa Turun-temurun di Desa Pageraji Banyumas

Selanjutnya

Jelang Operasi Lilin Candi 2021, Polsek Banyumas Gelar Razia Miras

TERBARU

Rektor Bukan Cuma Urusan Internal Kampus, Masyarakat Punya Hak Suara

Rektor Bukan Cuma Urusan Internal Kampus, Masyarakat Punya Hak Suara

Selasa, 3 Februari 2026

Launching RDF dan Recycling Center, Bupati Banyumas Targetkan 10 Unit

Launching RDF dan Recycling Center, Bupati Banyumas Targetkan 10 Unit

Selasa, 3 Februari 2026

Ketua DPRD Banyumas Tekankan Komunikasi Eksekutif-Legislatif, Siap Dorong Dewan Lebih Aspiratif

Ketua DPRD Banyumas Tekankan Komunikasi Eksekutif-Legislatif, Siap Dorong Dewan Lebih Aspiratif

Selasa, 3 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

Polemik Puskesmas 2 Cilongok, Anang Kostrad Dorong Pembangunan Puskesmas 3

Polemik Puskesmas 2 Cilongok, Anang Kostrad Dorong Pembangunan Puskesmas 3

Selasa, 3 Februari 2026

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

Senin, 2 Februari 2026

Selanjutnya

Jelang Operasi Lilin Candi 2021, Polsek Banyumas Gelar Razia Miras

36 Tahun Mangkrak, Jalan Penghubung Dua Desa Kecamatan Rembang Kembali Dibuka

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com