BANJARNEGARA – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), di Kabupaten Banjarnegara tidak diterapkan penyekatan. Hanya saja tetap ada checkpoint untuk memantau pergerakan arus lalu lintas.
“Kalau ada yang masuk dalam checkpoint, dicek untuk vaksinasi, dicek untuk rapidnya. Intinya didata, nanti kalau misalkan masuk checkpoint dicek kesehatan, kalau terduga terpapar Covid-19 diarahkan ke fasilitas terdekat, ke rumah sakit, ke Puskesmas. Kita bekerja sama dengan Dinas Kesehatan,” kata Kasat Lantas Polres Banjarnegara, kemarin.
Kegiatan ini dilaksanakan terpadu dengan instansi terkait. “Di setiap checkpoint nanti ada instansi terkait selain Polres Banjarnegara, juga ada TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan,” ungkapnya.
Dikatakan, checkpoint ini akan dibangun di gereja, Sigaluh, Alun-alun, Klampok, terminal dan Dieng. “Kalau di gereja pos pengamanan,” jelasnya. Kegiatan terpadu ini dilaksanakan dalam Operasi Lilin Candi 2021 dari tanggal 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022.
Kepala Dinas Perhubungan Banjarnegara Mohamad Iqbal mengatakan, menghadapi Nataru, masyarakat diharapkan tidak melakukan perjalanan luar daerah, agar tidak menimbulkan kerumunan.
“Namun demikian, pemerintah melalui Inmendagri dan keterangan dari zoommeeting yang dipimpin Mendagri, menyampaikan bahwa perlakuan tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022, bukan menyatakan semua wilayah adalah PPKM Level 3,” ungkapnya.
Untuk persiapan Nataru, pihaknya memang diperintahkan untuk membuat pos pengamanan dan pos pelayanan bersama dengan Polri, TNI, Dinas Kesehatan dan BPBD secara terpadu untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Iqbal mengatakan, di posko terpadu tidak melakukan penyekatan, hanya himbauan. “Pengecekan kalau tidak menimbulkan penumpukan tidak masalah. Tapi kalau menimbulkan penumpukan arus lalu lintas, diharapkan tidak dilakukan,” ungkapnya.
Menurut dia, posko ini untuk melakukan pemantauan. “Kalau terjadi kemacetan dilakukan pengaturan lalu lintas. Kita minta kepada masyarakat agar tertib terhadap himbauan dari pemerintah agar tidak terjadi gelombang ketiga penyebaran Covid-19,” lanjutnya. (drn)





