PURWOKERTO – Kecanduan gawai atau gadget saat ini menjadi permasalahan bagi kebanyakan anak-anak.
Mulai dari bermain game online hingga sosial media membuat anak-anak kurang mengenal permainan tradisional.
Apalagi sejak adanya pandemi Covid-19 yang telah membuat perubahan signifikan termasuk pada dunia anak – anak.
Dunia anak – anak yang sangat menyenangkan kini direnggut dan seolah dikurung hanya pada sebatas layar handphone atau laptop.
Ketergantungan akan gawai membuat anak tumbuh dengan pasif, kurang bersosialisasi dan cenderung individualis.
Menyikapi permasalahan ketergantungan anak pada gawai, para warga RT 4 RW 3, Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan menginisiasi membuat kegiatan ‘Festival Dolanan Bocah’.
“Di lingkungan kami kini justru sibuk dengan dolanan tradisional seperti jalan egrang, permainan karet, gobag sodor.
Hal ini ini sungguh sesuai dengan yang kami cita-citakan agar anak makin aktif dan pintar bersosialisasi,” ujar Ketua RT 4 RW 3, Saihun (45) kepada Tribunjateng.com, Minggu (3/10/2021).
Melalui kegiatan ini warga membuat serangkaian kegiatan yang diharapkan dapat membuat anak semakin aktif dan menjadi generasi unggul.
Kegiatan Festival Dolanan Bocah telah berlangsung selama 3 bulan ini dan mendapatkan efek yang sangat positif.
Anak – anak di wilayahnya kini sudah mulai terlepas dari kecanduan gawai dan justru asik bermain di lingkungan dengan berbagai permainan.
Selain permainan anak warga juga kadang menggandeng sejumlah seniman – seniman di wilayah Kabupaten Banyumas.
Salah satunya kelompok lawak Banyumasan ‘DISIS’.
“Kami kali ini menggandeng DISIS salah satu grup lawak yang cukup ternama di Kabupaten Banyumas dalam rangka menumbuhkan minat seni dan kesadaran akan budaya banyumasan kepada anak – anak,” katanya.
Menurutnya karakter punawakan yang menjadi ciri khas dari kelompok lawak ini sangatlah membantu dalam mensosialisasikan kesadaran budaya pada anak – anak.
“Anak – anak terlihat sangatlah aktif dan terjalin kegiatan yang sangatlah interaktif, Bersama para punakawan Semar, Gareng, Petruk, Bawor,” kata salah satu warga RT 4 RW 3, Yoga Bagaus Wicaksana.
Anak – anak terlihat sangat antusias, dan tak nampak sedikitpun rasa canggung diantara mereka.
Terlebih ketika mereka melakukan permainan karakter pantomim bersama personel DISIS mereka berbondong-bondong berebut giliran untuk memainkan gaya pantomim.
Salah satu personel DISIS, Didit Chaw (28) tahun mengaku merasa senang bisa membantu mengisi acara di wilayah ini.
“Anak – anak terlihat seperti burung yang lepas dari sangkarnya, mereka sangatlah ceria dan antusias,” jelasnya. (*)





