PURWOKERTO – Kasus meninggal dunia karena Covid-19, di Kabupaten Banyumas mulai menunjukkan tren yang menurun. Itu disampaikan oleh Bupati Banyumas Achmad Husein.
“Agustus 2-7 ada 125 kasus, 9-14 Agustus ada 79 kasus. Pada 16 sampai 21 Agustus ada 63 kasus, dan 12 kasus pada 23-25 ada 12 kasus,” katanya.
Pun dengan kasus baru, juga trennya menurun. Pada 9-14 Agustus ada 865 kasus baru. 16-21 Agustus ada 608 kasus baru, dan 305 kasus baru pada 23-25 Agustus.
“Perawatan di rumah sakit, pada Agustus tanggal 9-14 ada 383 yang dirawat, tanggal 16-21 Agustus ada 261, dan 23-25 Agustus ada 94,” terangnya.
Kadinkes Banyumas, Sadiyanto SKM MKes mengatakan dibandingkan total kematian Covid-19 selama Juli, kematian Covid-19 dalam bulan Agustus jauh dibawahnya. Akan tetapi dibandingkan total kematian Juni maka masih diatasnya dengan angka kematian 168 orang. Harapannya, dalam satu hari angka kematian Covid-19 bisa kembali 0 kasus alias nihil.
“Tingkat kesembuhan di atas 90 persen dengan BOR di angka 35 persen,” terang dia.
Aplikasi info Covid-19 juga terus disempurnakan. Agar semua data terkait Covid-19 sampai vaksinasi bisa tersentral dalam 1 aplikasi. Tak hanya itu, tim dari Pemkab Banyumas juga berupaya ke Kemendagri meminta penurunan status level PPKM.
Terpisah, menanggapi penurunan angka kematian Covid-19 di Kabupaten Banyumas, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banyumas Atik Luthfiyah memberikan apresiasi bahwa penanganan pandemi mulai menunjukkan hasil.
Meski begitu, ia meminta agar tidak terlena dengan hasil tersebut. “Meski sudah mulai landai, prokes jangan lalai,” jelasnya.
Lanjut, ia juga meminta agar percepatan vaksinasi segera dilakukan. Meski kuota vaksin yang menentukan pusat, pemerintah daerah harus terus berupaya meminta stok vaksin agar terus dikirim.
“Vaksinasi digencarkan lagi,” pungkasnya. (aam/yda)






