INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Keluarga Pasien Ngamuk, Kaca Kamar Jenazah RSUD Cilacap Dipecah

Minggu, 11 Juli 2021

Cilacap – RSUD Cilacap dikabarkan sempat alami keributan dengan keluarga pasien yang tidak terima, salah satu anggota keluarganya meninggal dengan diagnosa Covid-19. Bahkan saking tidak terima dan merasa dicovidkan, anggota keluaga tersebut mengamuk hingga pecahkan kaca rumah sakit.

Ketegangan terjadi antara pihak RSUD Cilacap dan salah satu keluarga pasien yang meninggal dengan diagnosa Covid-19 di kamar jenazah rumah sakit. Karena pegawai panik atas sikap keluarga yang tidak terima dan mengamuk , akhirnya pihak rumah sakit meminta bantuan Satpol PP untuk menanganinya.

“Sempat tegang keluarganya tidak mau dicovidkan, padahal jenazahnya itu karena Covid, keluarganya sampai ngamuk pecahin kaca kamar jenazah kemudian kita lerai, alhamdulillah setelah ditangani bisa diselesaikan dan saling menerima,” ujar Kasi Opasdal Satpol PP Cilacap Mukhamar, Minggu (11/07/2021).

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Cilacap dr Heri Kusdianto membenarkan dan tidak membantah atas peristiwa itu, namun pihaknya tidak sepakat kalau pihaknya dituduh mengcovidkan pasiennya. Menurutnya, ada kesalah pahaman pada kejadian tersebut.

“Hanya salah komunikasi aja salah paham, bukan dicovidkan, tapi memang (positif) Covid setelah di swab antigen. Sekarang banyak yang dipicu kabar RS mengcovidkan orang untuk mencari pendapatan. Sebenarnya kita tidak mengcovidkan, namun pasien itu masuk kriteria Covid,” ujar dr Heri Kusdianto didampingi Kabid Pelayanan Penunjang Medis Teguh Riyadi.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Cilacap dr Heri Kusdianto didampingi Kabid Pelayanan Penunjang Medis Teguh Riyadi. (Ulul Azmie)

Heri mengatakan, pihaknya bukan mengcovidkan pasien, namun ada kriterianya mulai dari suspect hingga diagnosa positif Covid. Hasil itu juga diketahui dari hasil riwayat kontak, swab antigen dan hasil PCR. Menurutnya pengertian ini yang perlu dipahami diluruskan oleh masyarakat.

Menurut Heri, terkadang alasan medis kurang dipahami oleh masyarakat, dimana hasil antigen yang positif dianggap belum tentu positif Covid-19, padahal di RS ada tindakan penunjang seperti radiologi, laboratorium dan sebagainya, namun tindakan itu kurang dipercaya. Bahkan hasil PCR masih saja kurang diterima dan dianggap direkayasa dan sebagainya.

“Rujukan ke rumah sakit pasti dari puskesmas punya alasan medis, namun sampai di RS argumentasi masyarakat masih terbawa hingga menilai dicovidkan. Padahal kita benar-benar profesioanal, untuk mengarah kecovid perlu pelayanan penunjang seperti laboratorium, rontgen dan sebagainya,” ujarnya

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Pemkab Banjarnegara Salurkan BLT Untuk 17 Ribu Warga Terdampak PPKM Darurat

Selanjutnya

Usai PPKM, Asosiasi Musisi Banyumas Gelar Konser

TERBARU

Masa Depan Ekonomi Dimulai Dari Kelas

Masa Depan Ekonomi Dimulai Dari Kelas

Selasa, 24 Maret 2026

Kapolresta Banyumas Turun Langsung Atur Arus Balik OKC 2026 di Ajibarang

Kapolresta Banyumas Turun Langsung Atur Arus Balik OKC 2026 di Ajibarang

Selasa, 24 Maret 2026

Kini Tak Perlu Khawatir Parkir di Stasiun Purwokerto, Pintu Barat Resmi Beroperasi dengan Kapasitas 450 Kendaraan

Kini Tak Perlu Khawatir Parkir di Stasiun Purwokerto, Pintu Barat Resmi Beroperasi dengan Kapasitas 450 Kendaraan

Selasa, 24 Maret 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Selanjutnya

Usai PPKM, Asosiasi Musisi Banyumas Gelar Konser

RSI Luncurkan POCBIH

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com