INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Kekerasan Terhadap Jurnalis BanyumasTV, Kamera diminta Petugas dan Disuruh Menghapus Liputan

Kekerasan Terhadap Jurnalis BanyumasTV, Kamera diminta Petugas dan Disuruh Menghapus Liputan

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Banyumas Raya, Saladin Ayyubi. (istimewa)

Kamis, 14 November 2024

FOKUS– Tindakan kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Seorang jurnalis dari BanyumasTV, Ramyana, mengalami insiden yang tidak menyenangkan saat menjalankan tugas jurnalistiknya.

Insiden itu terjadi pada Kamis (14/1/2024) pagi di area dermaga penyebrangan Wijayapura Cilacap ketika Ramyana diundang untuk meliput sebuah kegiatan.

Menurut keterangan tertulis yang disampaikan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Banyumas Raya, Ramyana menerima undangan meliput acara pada pukul 11.00 WIB, namun undangan tersebut diajukan pada pukul 09.00 WIB.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Ramyana tiba lebih awal pada pukul 08.30 WIB di dermaga tersebut. Setibanya di lokasi, Ramyana mendapati area tersebut tertutup dan akses masuk terkunci. Setelah permintaannya untuk masuk ditolak oleh petugas, ia mencoba mengambil gambar dari luar area dermaga dengan tujuan mendokumentasikan kegiatan.

Namun, aksi pengambilan gambar yang dilakukan oleh Ramyana memicu respon keras dari petugas di lokasi pada Kamis (14/11). Ia diminta untuk menghapus rekaman yang telah diambil, bahkan kamera yang digunakan sempat diambil oleh petugas.

Ramyana mengaku telah berusaha menjelaskan serta meminta maaf atas kejadian tersebut, tetapi tetap diharuskan menemui salah satu petugas di kantor depan untuk mengambil kembali peralatannya.

“Saya diminta menghapus hasil liputan saya oleh petugas. Dan saya memang berusaha menghapus sendiri saat diminta menghapus namun saya tidak bisa menghapus, sehingga kamera saya diminta Petugas dermaga agar di ambil ke Pak Ari,” jelas Ramyana.

Ramyana pun mengikuti kemauan petugas dermaga dan karena kamera akan digunakan untuk wawancara, ia datang ke lantai 2 dermaga. Disana ia bertemu 4 petugas yang ia nilai kurang mengenakan dalam memperlakukan dirinya. Bahkan disana petugas justru menggurui dia terkait profesi jurnalis yang ia geluti.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Banyumas Raya, Saladin Ayyubi, menyayangkan tindakan petugas yang dianggap berlebihan dalam melakukan tindakan terhadap jurnalis yang sedang meliput.

Menurut Saladin, tindakan tersebut mencerminkan sikap yang tidak menghargai kebebasan pers dan tugas jurnalis dalam meliput peristiwa secara independen.

“Sangat disayangkan jika petugas yang seharusnya bisa bekerjasama dengan wartawan, justru meminta kamera wartawan saat bertugas. Apalagi ia bertugas atas undangan dan iapun sudah meminta maaf saat dinilai bersalah oleh petugas.” kata Saladin.

Pihak lapas yang diwakili oleh Kepala Bidang Lapas, Ari Fabia, menjelaskan bahwa tindakan ini dilakukan untuk memastikan agar pengambilan gambar oleh wartawan lebih teratur dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di area tersebut. Ari menyatakan bahwa petugas tidak bermaksud meminta gambar untuk dihapus, namun Ramyana secara sukarela menyatakan akan menghapusnya.

“Kami memang meminta kamera wartawan dengan tujuan agar nanti bisa bertemu dan bisa mengarahkan dalam pengambilan gambarnya yang sesuai dengan prosedur di dermaga”, ujar Ari saat dihubungi wartawan melalui telpon.

Kasus ini menjadi perhatian penting bagi kebebasan pers dan keamanan jurnalis dalam menjalankan tugasnya. Jurnalis memiliki hak untuk melakukan liputan secara independen tanpa adanya tindakan intimidasi atau kekerasan psikis dan fisik.

IJTI Korda Banyumas Raya akan mendampingi jurnalis terkait serta terus mengawal kasus ini untuk memastikan perlindungan terhadap kebebasan pers. (indiebanyumas)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Rumah Juang Andika-Hendi Minta PJ Bupati Banyumas Lakukan Tindakan Konkret Terkait Netralitas Kades

Selanjutnya

Bawaslu Banyumas Petakan Kerawanan Pungut Hitung Pilkada 2024

Eric Erlangga: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

TERBARU

Drama OTT di Cilacap : Bupati dan Sekda Ditahan KPK Terkait Dana THR

Drama OTT di Cilacap : Bupati dan Sekda Ditahan KPK Terkait Dana THR

Sabtu, 14 Maret 2026

DKK Banyumas Apresiasi “Tadarus Sastra”, Dorong Budaya Baca Anak Muda

DKK Banyumas Apresiasi “Tadarus Sastra”, Dorong Budaya Baca Anak Muda

Sabtu, 14 Maret 2026

KAI Daop 5 Purwokerto Bagikan 1.700 Takjil Gratis untuk Pemudik Lebaran

KAI Daop 5 Purwokerto Bagikan 1.700 Takjil Gratis untuk Pemudik Lebaran

Sabtu, 14 Maret 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

Selanjutnya
Bawaslu Banyumas Petakan Kerawanan Pungut Hitung Pilkada 2024

Bawaslu Banyumas Petakan Kerawanan Pungut Hitung Pilkada 2024

Jumlah ODGJ Meningkat, Pj Bupati Banyumas Launching Posyandu Jiwa di Kecamatan Tambak

Jumlah ODGJ Meningkat, Pj Bupati Banyumas Launching Posyandu Jiwa di Kecamatan Tambak

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com