KEMRANJEN – Kecelakaan lalu lintas di jalan kabupaten ruas Kemranjen-Tanggeran yang melibatkan truk, mobil Honda Jazz dan sepeda motor pada Selasa (7/9) kemarin bukan untuk yang pertama kali. Sebelumnya, sudah kerap terjadi berbagai macam kecelakaan.
Kepala Desa Alasmalang, Katam mengatakan, kemajuan teknologi membuat pengguna jalan mudah mengakses rute perjalanan. Ruas jalan Kemranjen-Tanggeran merupakan alternatif untuk memangkas jarak tempuh ketimbang melintasi jalan nasional.
“Sekarang ini, pengguna jalan memanfaatkan aplikasi google map. Tinggal klik mencari jalan yang jarak tempuh lebih dekat. Ketika memilih jalur Kemranjen-Tanggeran, banyak yang tidak mengetahui kondisi medan jalan,” papar Katam, Rabu (8/9).
Faktor tidak paham medan menjadi salah satu pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Ruas jalan banyak tanjakan dan turunan curam.
Katam menyebut, pemerintah desa kerja sama dengan Bhabinkamtibmas Polsek Kemranjen sudah memasang beberapa rambu jalan. Diantaranya, berbunyi truk muatan berat dilarang lewat.
“Tetap saja masih banyak kendaraan muatan berat yang lewat. Warga kami yang ronda, ketika malam-malam mendengar suara truk berderu kencang langsung lari menghampiri. Takut terjadi kecelakaan,” ujar Katam.
Warga yang ronda menyarankan kepada sopir untuk lebih baik putar balik. Medan tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. Selain berupa tanjakan juga lampu penerang jalan minim.
“Pemerintah desa sudah mengusulkan lampu penerang jalan umum untuk ruas jalan di Desa Alasmalang sebanyak 18 titik ke dinas terkait,” imbuh Katam. Diharapkan usulan tersebut segera terealisasi. Mengingat ruas jalan rawan kecelakaan. (fij)





