PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas berharap segera ada pelonggaran dan pembukaan tempat wisata.
Hampir dua bulan ini, sejumlah objek wisata di Banyumas tutup atau berhenti beroperasi akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Banyak pelaku wisata mengeluh lantaran sektor pariwisata tak kunjung dibuka. Padahal, angka kasus covid di Banyumas menurun.
Hal ini juga disampaikan Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.
Menurut Sadewo, berdasarkan peta sebaran Covid-19, sebenarnya, Banyumas sudah masuk zona kuning.
“Kalau di peta itu, sebenarnya kuning. Tapi, kenapa masih level 4?” ungkapnya setengah bertanya, Kamis (26/8/2021).
“Yang memasukan level itu pusat. Satu di antara kriteria itu karena daerah kita adalah daerah aglomerasi, terutama di Purwokerto, yang banyak orang masuk dari berbagai wilayah,” imbuhnya.
Sadewo mengungkapkan, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit di Banyumas memang masih tinggi.
Namun, hal ini dipicu banyak pasien dari luar Banyumas yang masuk dan dirawat di Purwokerto.
“Kami penginnya sudah ada pelonggaran tapi kami mengacu pada Inmendagri. Wisata belum (boleh buka) tapi kami usahakan agar bisa buka,” janji Sadewo.
“Mal sudah mulai buka karena izin dari pusat juga boleh,” ungkapnya.
Sadewo pun mengatakan, protokol kesehatan di objek wisata di Banyumas juga baik bahkan belum pernah ditemukan pelanggaran selama beroperasi beberapa waktu lalu.
Terutama, tempat wisata di area terbuka.
Terkait pengajuan koreksi data ke pusat, pihaknya mengaku belum dapat jawaban. (Tribunbanyumas/jti)






