![]()
Seorang kawan mengatakan kepadaku, “Oh… jadi kamu ingin jadi seorang muckrackers di era milenial.” Saya tegas menjawab, “Kami (bukan aku) jelas bukan muckrackers. Kami, meski belum melakukan apapun tapi sudah ada yang menganggap sebagai garis keras penyampai informasi. Jauh sekali jika dibandingkan dengan para muckrackers.”
Indiebanyumas.com yang semula memakai domain indiebanyumas.id, kata kawan lain, pernah jadi pergunjingan di grup whattsapp. Gegaranya, kesalahan teknisi upload memakai mesin otomatis sehingga tidak menyertakan sumber asli artikel dari yang indiebanyumas muat. Oh, ini harus dimaklumi, memang. Berdebat dengan kawan tadi pun, percuma. Bukan karena siapa benar, siapa salah. Ini hanya persoalan perjalanan sebuah tren yang begitu cepat, dan ada yang kurang memaklumi. Stuck, nyaman dan tak mau kondisi berubah. Tapi buat saya, bodo amat. Say hello untukmu, kawan.
Saya jelaskan lagi, bahwa benar, kami bukan para muckrackers. Meski saya sangat tertarik akan issue korupsi yang seolah terus menerus akan dibiarkan menjadi tradisi. Saya pun harus menjelaskan bahwa media jenisnya beragam. Bahwa benar media itu sekarang sudah digital, ya saya pun tahu. Tetapi ada jenis lain ketika era berubah, gaya hidup berpaling seiring sejalan perkembangan zaman. Teknologi yang berlari laksana the Flash ketika harus menghadapi monster utama dalam serial di stasiun televisi digital.
Kami bukan para murackers, tapi bahwa kasus korupsi harus dikawal dengan seksama, jeli dalam menerima celoteh narasumber, tidak berhenti gegara disuruh berhenti, sudah saatnya dilakukan bukan oleh watchdog jurnalisme. Tapi kami, indie. Kami sadar, bila hal itu terus menerus saya lakukan maka banyak hal berpotensi menjadi mimpi buruk yang akan terjadi. Tapi, kami bukan muckrackers.
Siapa sih para muckrackers, tanya kawan saya.
Muckrakers, tulis reutersinstitute, adalah jurnalis dan reporter investigasi yang menulis tentang korupsi dan ketidakadilan antara tahun 1890 dan 1920. Istilah itu diciptakan oleh Presiden Theodore Roosevelt, yang mengira mereka bertindak terlalu jauh.
Muckraker berasal dari semua lapisan masyarakat dan mempertaruhkan mata pencaharian dan kehidupan mereka dengan pekerjaan mereka. Dalam banyak kasus, pekerjaan mereka memang membawa perbaikan. Istilah “muckraker” diciptakan oleh presiden progresif Theodore Roosevelt dalam pidatonya tahun 1906 “The Man With the Muck Rake”
Meski Roosevelt dikenal karena membantu mengantarkan banyak reformasi Progresif, dia melihat anggota pers yang paling bersemangat bertindak terlalu jauh, terutama ketika menulis tentang korupsi politik dan bisnis besar. Dia menulis:
“Sekarang, sangatlah penting bahwa kita tidak boleh gentar melihat apa yang keji dan merendahkan martabat. Ada kotoran di lantai, dan harus dikikis dengan penggaruk kotoran; dan ada waktu dan tempat di mana pelayanan ini paling banyak. Diperlukan dari semua layanan yang dapat dilakukan. Tetapi orang yang tidak pernah melakukan hal lain, yang tidak pernah berpikir atau berbicara atau menulis, menyimpan prestasinya dengan kotoran, dengan cepat menjadi, bukan penolong tetapi salah satu kekuatan paling kuat untuk jahat.”_
Pada kesempatan lain, muncul sebuah ungkapan untuk para muckrackers. “Jurnalisme ini bernada keras, seringkali berakar kuat pada kenyataannya, dan terkadang brutal dalam mengungkap kejahatan dan korupsi.”
Tapi, sekali lagi, kami para indie, bukan muckrackers. Indie, saya ambil dari istilah independent atau kebebasan yang pertama justru saya dengar istilah tersebut dari kultur musik, dunia yang saya gandrungi. Indie yang karena saya lahir dan hidup serta cinta setengah mati akan Banyumas, saya gabungkan menjadi indiebanyumas. Lalu, mulai awal bulan ini kami menamai indiebanyumas.com sebagai media yang ingin berada pada jalur independensi tanpa batas, berjuang agar tetap hidup bernafaskan jurnalisme indie. Jurnalisme yang tidak diatur oleh bohir, juragan, toke, atau si boss.
Oia, terlambat, ternyata kemarin May Day. Semangat para buruh, tanpamu produksi tak akan pernah berjalan, semoga kesejahteraan selalu mengiringimu.
Angga Saputra
Penanggungjawab indiebanyumas.com






