PURWOKERTO – Menyambut masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto menggelar Pelatihan Pelayanan Disabilitas bagi 70 petugas frontliner di UPT Service On Train Stasiun Purwokerto, Kamis (5/3/2026).
Peserta terdiri dari petugas loket, customer service, kondektur, polsuska, prama/prami, serta announcer. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan petugas dalam melayani pelanggan penyandang disabilitas agar perjalanan kereta api lebih aman, nyaman, dan inklusif.
Fokus pada Layanan Inklusif
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menegaskan pentingnya kesiapan frontliner sebagai garda terdepan pelayanan.
“Petugas harus memahami kebutuhan pelanggan disabilitas sehingga mereka memperoleh layanan yang optimal saat menggunakan transportasi kereta api,” ujarnya.
Materi pelatihan diberikan oleh Yayasan Kesejahteraan Usaha Tama (Yakut), mencakup pemahaman disabilitas tunarungu, jenis Deaf dan Hard of Hearing (HoH), serta pengenalan Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI). Peserta juga berlatih bahasa isyarat dasar, mulai huruf, angka, hingga percakapan sederhana.
Kesiapan Lebaran
Selain pelatihan disabilitas, kegiatan ini juga menjadi ajang pembinaan seluruh frontliner menghadapi lonjakan penumpang pada Angkutan Lebaran 2026.
KAI Daop 5 Purwokerto telah menyiapkan fasilitas ramah difabel di stasiun, seperti toilet khusus, kursi roda, guiding block, jalur landai, kursi prioritas, dan lift prioritas. Petugas juga siap mendampingi pelanggan disabilitas sejak kedatangan di stasiun hingga naik-turun kereta.
“KAI berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan agar transportasi kereta api dapat diakses dengan mudah, aman, dan nyaman oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutup As’ad. (Angga Saputra)









