INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Kabar Duka: Pejuang Kemerdekaan Asal Banjarnegara Soegeng Boedhiarto Tutup Usia

Sabtu, 17 Juli 2021

BANJARNEGARA — Pejuang kemerdekaan asal Banjarnegara, Jawa Tengah, Soegeng Boedhiarto, tutup usia pada Jumat (16/7/2021).

Soegeng Boedhiarto merupakan ayah Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono. Budhi mengatakan pemakaman almarhum ayahnya akan dilaksanakan Sabtu (17/7/2021) pukul 10.00 WIB, di Kompleks Makam Bong, Karang Tengah, Banjarnegara.

Budhi Sarwono menjelaskan hal tersebut di sela-sela menemui para pelayat di rumah duka, Jalan Mayjend DI Panjaitan Nomor1 Banjarnegara, Jumat. Para pelayat dari berbagai instansi maupun masyarakat menyampaikan duka cita yang mendalam, mengingat kiprah Soegeng Boediharto yang dikenal sebagai pejuang kemerdekaan. Keluarga bupati menerapkan protokol kesehatan yang ketat sehingga tamu yang datang diatur dengan tertib dan tidak berkerumun.

“Jenazah akan dimakamkan hari Sabtu tanggal 17 Juli 2021 di TPU Bong Karangtengah, berangkat dari rumah duka pukul 10.00. Untuk upacara keagamaan dilayani dari Gereja Katolik St. Antonius Banjarnegara,” kata Budhi.

Soegeng Boedhiarto, alias Ing Biaw, wafat pada usia usia 92 tahun di RSUD Banjarnegara pada Jumat (16/7/2021) pukul 05.45 WIB. Lahir di Purwokerto pada 4 Juli 1929, Soegeng memiliki sembilan anak, dan merupakan ayah kandung Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono.

Soegeng Boedhiarto adalah mantan anggota Pos Rahasia dalam Kota Corp Polisi Militer Djawa (CPMD) yang bertugas sebagai penyadap intelijen. Semasa hidupnya, sang veteran tidak pernah bosan mengingatkan pada generasi muda tentang perjuangan para veteran dalam mengusir penjajah. Perjuangan di masa penjajahan tidak saja dirasakan pejuang. Rakyat juga ikut merasakan penderitaan yang terjadi di masa pendudukan.

Di masa itu, perjuangan melawan penjajah dilakukan oleh segenap lapisan masyarakat. Tidak hanya mengangkat senjata, membantu memenuhi kebutuhan pejuang juga dilakukan masyarakat pada umumnya. Semuanya adalah pahlawan.

“Ingatlah, musuh sekarang bukanlah penjajah. Melainkan bangsa sendiri yang anti toleransi, anti Pancasila, anti persatuan dan kesatuan, tidak cinta NKRI,” kalimat tersebut sering diucapkan Soegeng Boediharto kepada generasi muda.

Kiprah Soegeng Boedhiarto
Pada masa penjajahan, Soegeng berperan mengatur strategi perang masuk Kota Purwokerto. Dengan informasi yang dipasok ke pasukan, penyerangan bisa dilakukan lebih intensif dan optimal. Untuk memudahkan penyerangan pada malam hari, Soegeng Boediharto memberikan ide agar tower pengintai dirobohkan. Pejuang yang akan merebut ke Purwokerto sempat dihalau, tapi akhirnya berhasil menusuk jantung lawan. Dan Soegeng memilih jadi barisan pejuang untuk menghapus penjajahan dari bumi pertiwi.

“Saya umur 17 tahun sudah ikut berjuang bersama tentara dan polisi dan rakyat. Semua bersatu, tidak ada pribumi-non pribumi, yang ada adalah bangsa Indonesia. Ada yang setia pada negara, ada yang mengkhianati bangsa sendiri untuk mendapat simpati Belanda. Saya paling antipati terhadap pengkhianat bangsa,” kisah Soegeng Boediharto ketika diwawancarai sebuah stasiun televisi Agustus tahun lalu.

Budhi mengucapkan permohoan maaf dan doa kepada almarhum sekaligus ucapan terima kasih kepada semua pihak atas simpati dan bantuan yang diberikan.

Budhi juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti prosesi doa maupun pemakamam melalui Zoom Meeting, mengingat kondisi masih PPKM Darurat.

“Bagi Bapak, ibu dan saudara yang akan mengikuti prosesi-prosesi, upacara dan pelepasan jenazah, dimohon untuk mengikuti dan menaati Protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah mengingat adanya pandemi Covid 19,” himbaunya.

Selamat jalan Pak Soegeng Boediharto, Sang Veteran sejati.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Ini Tarif Parkir dan Inap Kendaraan di Terminal Bulupitu

Selanjutnya

Cermati, Kendaraan Berstiker Khusus Bebas Melintas di Purbalingga, Warna Merah Sektor Esensial, Biru untuk Kritikal

TERBARU

Bukan Cuma Ngaji, Santri Kini Wajib Jago Olahraga! Ini Kata Menag

Menag Instruksikan Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal Meski WFH

Jumat, 3 April 2026

Lansia 72 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Jatinegara Kebumen, Sepeda Motor Ditemukan 10 Meter dari Aliran

Lansia 72 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Jatinegara Kebumen, Sepeda Motor Ditemukan 10 Meter dari Aliran

Jumat, 3 April 2026

Dua Anak Terseret Ombak di Pantai Setrojenar Kebumen

Dua Anak Terseret Ombak di Pantai Setrojenar Kebumen

Jumat, 3 April 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

Profil Ammy Amalia: Dari Anggota DPR, Notaris, Kini Jadi Plt Bupati Cilacap

Profil Ammy Amalia: Dari Anggota DPR, Notaris, Kini Jadi Plt Bupati Cilacap

Senin, 16 Maret 2026

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Jumat, 13 Maret 2026

Selanjutnya

Cermati, Kendaraan Berstiker Khusus Bebas Melintas di Purbalingga, Warna Merah Sektor Esensial, Biru untuk Kritikal

Polisi Bongkar Sindikat Narkoba Antarsopir Travel di Kebumen, 5 Orang Ditahan

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com