INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

JALUR MARITIM YANG MATI

Resensi Buku

Sabtu, 3 Februari 2024

Judul: Pelayaran dan Perniagaan Nusantara Abad Ke-16 dan 17.
ISBN: 9789793731322.
Penulis: Adrian B. Lapian.
Penerbit: Komunitas Bambu.
Terbit: 2017.
Harga: 199.000

Oleh :

Prof Yudhie Haryono PhD
Presidium Forum Negarawan

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Angin merupakan udara yang bergerak. Jika kita mengamati setiap detail hal-hal yang ada di sekitar maka kita akan mengetahui betapa besarnya reaksi dari angin. Beberapa jenisnya berasal dari dunia maritim (h.2). Sebab, kapal dan rutenya tak bisa terpetakan kecuali lewat angin yang ada di sekitar kita.

Model pelayaran kita tidak terlepas dari sistem angin. Di nusantara terdapat beberapa istilah untuk setiap jenis angin, di antaranya angin taufa, angin langkisan, angin sendalu, dll. Zaman kebaharian meninggalakan perbedaan antara negeri di atas angin dan negeri di bawah angin.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Karena itu pengetahuan tentang angin juga sangat penting bagi nelayan untuk berlayar. Kondisi alam yang terletak di daerah khatulistiwa seharusnya menempatkan kepulauan kita sebagai wilayah kekuasaan pusat, yaitu tempat bertemunya angin yang disebut intertropocal front (daerah mati). Sayang karena jahiliyah, kitanya yang mati.

Dalam buku ini, Adrian B. Lapian menggambarkan sejarah yang masih amat kurang diketahui yaitu sejarah pelayaran dan perdagangan sesudah kerajaan-kerajaan Indonesia Hindu atau masa pertumbuhan dan perkembangan kerajaan-kerajaan Islam (1500-1700).

Sejarawan yang mendapat gelar nahkoda sejarah maritim Indonesia ini mengajak kita menelusuri jejak nusantara dengan budaya maritimnya yang telah mengembangkan jaringan maritim yang sangat baik, didukung oleh kemajuan teknologi kapal, keahlian navigasi, dan suatu enterprising spirit yang besar. Singkat, padat dan menjadi referensi yang mampu dengan cepat membawa kita memasuki serta mengenali budaya maritim dan pasang surut suatu episode penting zaman bahari purba.

Karenanya, nusantara tak punya sejarah tunggal. Dunia maritim punya beragam sejarah. Sedang Indonesia memiliki sejarahnya sendiri. Tetapi, nusantara, maritime dan indonesia ditautkan dalam satu kalimat enigmatis, “kejahiliyahan yang maha esa.”

Kini, kita sedang mengidap “impostor syndrom” (meragukan diri sendiri) dalam meraih beberapa target bernegara: membangun kedaulatan, merealisasikan kemandirian, menyelamatkan warga negara, memastikan keadilan, mentradisikan kesejahteraan, mengkurikulumkan kecerdasan.

Rasanya kuldesak. Jalan makin buntu, yang kere sendirian dan tenggelam dalam kesepian tanpa ujung. Tak terlihat setitik sinar. Tak punya lagi segenggan iman. Tak ada lagi pegangan iptek. Sebab yang diwarisi dan ditradisi hanya satu: mencuri.(*)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

TANAM PAKSA DAN PAKSA TANAM

Selanjutnya

Jika Petisi Tak Diindahkan, Unpad Pastikan Mahasiswa Turun ke Jalan

TERBARU

Pemprov Jateng Dekatkan Layanan Publik Lewat Program Ngopeni Omah Ngelakoni Sesarengan

Pemprov Jateng Dekatkan Layanan Publik Lewat Program Ngopeni Omah Ngelakoni Sesarengan

Sabtu, 14 Februari 2026

Save Slamet Tolak Ekspansi Perumdam Tirta Perwira ke  Wilayah Banyumas

Save Slamet Tolak Ekspansi Perumdam Tirta Perwira ke Wilayah Banyumas

Sabtu, 14 Februari 2026

Putri Advokat Kondang di Banyumas Gelar Resepsi Bertema Pengadilan, Tamu Serasa Hadiri Sidang

Putri Advokat Kondang di Banyumas Gelar Resepsi Bertema Pengadilan, Tamu Serasa Hadiri Sidang

Sabtu, 14 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Jumat, 6 Februari 2026

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

Polemik Hadiah Jalan Sehat HUT ke-80 RI Tuntas, EO Pastikan Mobil & Umroh Terbayar

Polemik Hadiah Jalan Sehat HUT ke-80 RI Tuntas, EO Pastikan Mobil & Umroh Terbayar

Jumat, 13 Februari 2026

Selanjutnya

Jika Petisi Tak Diindahkan, Unpad Pastikan Mahasiswa Turun ke Jalan

Buruh Bergerak! 40 Juta Pekerja Siap Menangkan Ganjar-Mahfud

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com