INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • BANYUMAS RAYA
  • LAINNYA
    • CATATAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Istri Buruh Tambang Harap Keadilan, Anak Alami Bullying karena Ayah Ditahan

Istri Buruh Tambang Harap Keadilan, Anak Alami Bullying karena Ayah Ditahan

Mei Kristiani, istri buruh tambang Slamet yang kini ditahan karena kasus hukum bersama dengan keluarga saat mengadukan kondisi terkini ke Klinik Hukum Peradi SAI Purwokerto.

Jumat, 30 Januari 2026

BANYUMAS – Mei Kristiani, istri buruh tambang Slamet yang kini ditahan karena kasus hukum, menyuarakan harapan agar suaminya dibebaskan. Ia mengungkapkan beratnya dampak penahanan terhadap keluarganya, mulai dari kesulitan ekonomi hingga tekanan psikologis anaknya yang menjadi korban perundungan di sekolah.

Sejak Slamet ditahan, kehidupan keluarga berubah drastis. Anak bungsu Mei yang duduk di bangku SMP kelas 1 sempat tidak masuk sekolah selama hampir 10 hari akibat ejekan dari teman-temannya.

“Ada yang bilang, ‘Ayah kamu di penjara, berarti anaknya juga buruk.’ Anak saya sampai bertanya, ‘Emang ayah jahat?’ Padahal tidak semua yang masuk penjara itu orang jahat,” tutur Mei dengan suara bergetar.

Mei menambahkan, anaknya kini sering mengeluh sakit perut dan mengalami gangguan asam lambung karena tekanan pikiran. Berkat dukungan keluarga, sang anak mulai kembali bersekolah dalam dua hari terakhir.

Beban Ekonomi

Selain masalah psikologis, Mei juga menghadapi kesulitan ekonomi. Sebagai ibu rumah tangga, ia kehilangan sumber penghasilan utama sejak suaminya ditahan. Biaya kebutuhan sehari-hari, listrik, hingga sekolah anak menjadi tantangan berat.

Mei memiliki tiga anak: yang pertama sudah menikah, yang kedua masih kuliah, dan yang ketiga paling terdampak secara emosional. Bahkan cucunya sempat sakit karena rindu dengan sang kakek.

Harapan Keadilan

Mei berharap hakim dapat mempertimbangkan dampak sosial terhadap keluarga dalam proses hukum suaminya.

“Saya percaya kepada Ibu Hakim. Sebagai sesama perempuan, saya berharap hati saya bisa dipahami. Saya hanya ingin suami saya cepat keluar dan kembali bekerja untuk keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, advokat Djoko Susanto SH menegaskan pihaknya berupaya mengetuk hati hakim agar terdakwa memperoleh keadilan.

“Kita berupaya agar hakim adil dan para terdakwa bisa dibebaskan,” ungkapnya. (Angga Saputra)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Jaga Stamina, Kantor SAR Cilacap Lakukan Rolling Rescuer di Longsor Cisarua

Selanjutnya

Dari Balik Jeruji, Tiga Pelajar Aktivis Sampaikan Pesan Perjuangan

Selanjutnya
Dari Balik Jeruji, Tiga Pelajar Aktivis Sampaikan Pesan Perjuangan

Dari Balik Jeruji, Tiga Pelajar Aktivis Sampaikan Pesan Perjuangan

Atasi Krisis Penderes Tua, Banyumas Galakkan Budidaya Kelapa Genjah yang Lebih Aman dan Modern

Atasi Krisis Penderes Tua, Banyumas Galakkan Budidaya Kelapa Genjah yang Lebih Aman dan Modern

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • BANYUMAS RAYA
  • LAINNYA
    • CATATAN REDAKSI

© 2021 indiebanyumas.com