PURWOKERTO – Investasi di Banyumas terus digalakan. Pemerintah Banyumas pun membuka peluang bagi para investor dengan mempermudah perizinan.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banyumas Amrin Ma’ruf mengatakan, untuk target investasi tahun 2022, dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) masih belum keluar.
“Kalau target sesuai RPJMD Rp 550 miliar. RPJMD itu kita mendasari pada perhitungan lima tahunan. Namun, kalau dari BKPM memang belum,” kata dia.
Jika di tahun-tahun sebelumnya, pembagian target investasi dari BKPM akan keluar pada akhir Januari atau awal Februari. Disertai juga pencapaian investasi pada tahun 2021.
Pada tahun 2022, beberapa sasaran investasi sudah dipetakan. Seperti beberapa pekerjaan perumahan, pengembangan hotel, rumah sakit, serta industri kecil rokok lintingan.
“Selain itu ada juga Pokpan yang kemarin baru lahan. Ada perusahaan kecil untuk rokok linting. Lalu juga gula dari tapioka, serta susu murni,” tandasnya.
Dari catatan Radar Banyumas, Tahun 2020 target 1,072 triliun capaian 1,077 triliun. Pada tahun 2019, target 230 miliar tercapai 464 miliar. Tahun 2018, target 290 miliar tercapai 625 miliar. Sedangkan pada tahun 2017, target 252 miliar tercapai 507 miliar. (mhd)





