Cilacap – Untuk mencegah tingginya mobilitas masyarakat dan mengendalikan penyebaran Covid-19 menjelang Natal dan Tahun Baru 2022, perbatasan masuk Kabupaten Cilacap akan kembali diperketat. Pelaku perjalanan dari luar daerah yang belum divaksin bakal diputar balik.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Cilacap AKP Ris Andrian Yudo Nugroho menyampaikan, sejumlah titik perbatan yang akan diperketat yakni perbatasan Jateng – Jabar di Pos Mego Dayeuhluhur, Pos Rawaapu Patimuan, serta perbatasan antar kabupaten di Pos Sampang dan Pos Nusawangu.
“Tidak ada penyekatan (di perbatasan antar daerah) hanya cek poin, Itu kita pastikan dengan cara mengecek secara berkala pengguna jalan apakah sudah vaksin atau belum, secara random,” ujar AKP Ris Andrian.
Selain di perbatasan, Ris mengatakan, Polres Cilacap akan menempatkan personel di sejumlah Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan, seperti di sejumlah Gereja untuk mengamankan kegiatan keagamaan, Pos Pelayanan Terminal, Pos Stasiun di Kroya, serta Pos Pengamanan di tempat wisata Benteng Pendem dan Teluk Penyu maupun tempat wisata lain.
“Intinya kita mengamankan kegiatan masyarakat, jangan sampai ada penyebaran kasus Covid baru. Pelaku perjalanan yang belum bisa menunjukkan kartu vaksin akan diputar balik dan diarahkan ke puskesmas terdekat,” ujarnya.
Selain itu, untuk memastikan dan mengetahui pelaku perjalanan yang akan masuk Cilacap sudah divaksin, nantinya akan diberikan tanda stiker khusus vaksin di kendaraan.
“Nanti ada stiker khusus kendaraan tersebut sudah vaksin atau belum. Karena situasinya belum memungkinkan meski Covid bisa dekendalikan, jagan sampai terjadi gelombang tiga,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya menghimbau masyarakat supaya Tahun Baru di rumah saja, atau libur Natal dan Tahun Baru jangan kemana-mana, apabila rindu keluarga bisa dengan video call.
Perlu diketahui, Pemerintah akan berlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 mulai tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Pembatasan ini dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan Covid-19, serta mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat pada libur Natal dan Tahun Baru.






