BANYUMAS – Terdapat tiga kecamatan di Kabupaten Banyumas yang bakal dilalui tol Cilacap – Yogyakarta. Meliputi Kecamatan Tambak, Sumpiuh dan Kemranjen.
Dengan tahap Finas Final Busines Case (FBC) atau prastudi kelayakan akhir saat ini berjalan, setelah dilakukannya overlay trase terhadap peta administrasi Kabupaten pada Senin (22/11) kemarin, didapati terdapat 22 Desa atau Kelurahan yang rencananya bakal dilalui Tol Cilacap – Yogyakarta.
Barkah ST, Kasubid Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Bappedalitbang Kabupaten Banyumas mengatakan, dari hasil overlay didapati desa yang akan dilalui tol tersebut, namun sifatnya masih tentatif atau indikatif.
“Ini istilahnya peta tentatif atau peta indikatif, jadi harus dipastikan di lapangan oleh Kades dan pak Camat, termasuk kita Bappeda dan PU, untuk turun kelapangan untuk memastikan, karena kita belum punya peta desa yang 100 persen dengan kondisi dilapangan,” katanya kepada Radarbanyumas.co.id, Selasa (23/11).
Akan lakukan crosschek dilapangan, untuk memastikan batas-batas desa
“Karena biasanya batas yang kita punya ini dengan kondisi dilapangan pasti ada selisih, sehingga kita akan koordinasi dengan Camat kita share peta ini untuk penyiapan mereka dilapangan, sekaligus mengecek batas-batas real dikapangan,” lanjut Barkah.
Adapun 22 Desa atau Kelurahan dari 3 Kecamatan tersebut yaitu.
Kecamatan Kemranjen
1. Desa Grujugan
2. Desa Kebarongan
3. Desa Kecila
4. Desa Nusamangir
5. Desa Sibalung
6. Desa Sibrama
7. Desa Sidamulya
8. Desa Sirau
Kecamatan Sumpiuh
1. Desa Karanggedang
2. Desa Kemiri
3. Desa Kradenan
4. Desa Kuntili
5. Desa Lebeng
6. Desa Pandak
7. Desa Selandaka
8. Kelurahan Sumpiuh
Kecamatan Tambak
1. Desa Gebangsari
2. Desa Gumelar Kidul
3. Desa Karangpetir
4. Desa Karangpucung
5. Desa Plangkapan
6. Desa Prembun
“Yang sudah fiks itu peta Kabupaten, tetapi kalau batas desa batas Kecamatan itu belum ada istilahnya sesuai 100 persen dengan kondisi dilapangan, karena kita belum punya data yang valid batas desa dilapangan. Nah ini yang perlu kita croschek,” jelasnya kembali. Overlay trase ke peta administrasi sedang diolah dan dicermati, untuk kepastian menurutnya, setelah lelang.
“Inikan masih trase indikatif, trase hasil studi kelayakan oleh konsultan dari Kementerian PUPR, kepastiannya nanti tentu setelah lelang dan segala macam,” pungkasnya. (win)





