INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

HOS TJOKROAMINOTO DAN AKAR-AKAR INDONESIA

Rabu, 13 Desember 2023

Prof. Yudhie Haryono
Presidium Forum Negarawan

Artikel ini dimuat ulang untuk mensukseskan kursus online bertema, “Pikiran Jenius Para Pendiri Bangsa.” Program dahsyat yang dikerjakan oleh dua lembaga: Pusaka Indonesia dan Nusantara Centre.

107 tahun yang lalu, tokoh ini dengan sangat berapi-api bicara soal subtansi bernegara. Begini kalimatnya, “Tuan-tuan jangan takut, bahwa kita dalam rapat ini harus berani mengucapkan perkataan zelfbestuur atau pemerintahan sendiri. Supaya kita lekas dapat pemerintahan sendiri (zelfbestuur).

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Bila kita memperoleh zelfbestuur yang sesungguhnya, artinya bila tanah air kita, kelak menjadi suatu negara dengan pemerintahan sendiri, maka seluruh lapisan masyarakat semuanya bersama-sama memelihara kepentingan bersama, dengan tidak pandang bulu, bahasa, bangsa maupun agama (17 Juni 1916, di Gedung Pertemuan Concordia-sekarang Gedung Merdeka).”

Mengajak merdeka, mengajar merdeka, memimpin merdeka, meraih kemerdekaan negara dan merealisasikan kemerdekaan pikiran plus tindakan merupakan lima ciri utama HOS Tjokroaminoto.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Maka, Tjokroaminoto merupakan guru bangsa. Guru bagi tokoh-tokoh yang kelak sangat berpengaruh di pra maupun pasca-kolonial, seperti Sukarno, Semaoen, Musso, hingga Maridjan Kartosoewirjo. Maka, tidak berlebihan jika Tjokroaminoto boleh disebut sebagai bapaknya bapak bangsa Indonesia.

Tentu saja, ia lahir untuk melawan. Hidupnya hanya tiga hal: lahir, jihad dan syahid. Walau bisa jadi ningrat, Tjokroaminoto tak ingin menghabiskan jalan hidupnya dengan menikmati fasilitas yang ia dapatkan sebagai keturunan bangsawan. Ia memilih sebaliknya: bersama kaum miskin dan terjajah.

Dari mana ia mendapat amunisi perlawanan itu? Dari agama via kitab sucinya dan dari literasi dunia. Adalah kenyataan bahwa para bapak bangsa Indonesia merupakan pembaca serius karya-karya Karl Marx (1818-1883). Begitu juga dengan tokoh-tokoh seperti HOS Tjokroaminoto (1882-1934), Bung Karno (1901-1970), Bung Hatta (1902-1980), dan Sutan Syahrir (1909-1966) yang membaca dengan sangat teliti sampai menemukan antitesanya.

Dari literasi terhadap Marx, Tjokroaminoto menulis karya penting yang berjudul “Islam dan Sosialisme.” Di buku ini, nampak Tjokroaminoto sangat wasis menganalisis, menyetujui serta mengkritisi pemikiran Marx sambil membandingkan ide-ide sosialisme dengan kehidupan Nabi dan para sahabat.

Tentu saja, sebagai orang muslim taat, Tjokroaminoto membaca prinsip materialisme dalam ajaran Marx sebagai penentangan terhadap Tuhan dan agama.

Untuk meyakinkan diri dan pengikutnya, Tjokroaminoto sampai mengutip langsung dari buku Marx, “Agama ialah kebingungan otak yang dibuat-buat oleh manusia untuk meringankan beban hidup yang sukar ini, agama itu candunya rakyat.”

Dus, bagi Tjokroaminoto ajaran Marx ini bukan saja memungkiri adanya Allah, tetapi juga menegasikan peran utama agama sebagai basis perlawanan pada ketidakadilan.

Dengan antitesa itu, Tjokroaminoto sampai pada kesimpulan bahwa, “Bagi kita orang Islam, tak ada sosialisme atau rupa-rupa ‘isme’ lainnya, yang lebih baik, lebih indah dan lebih mulus, selain dari sosialisme yang berdasar dengan Islam.”

Dengan sosialisme islam yang mengindonesia, republik ini akan tegak berdiri. Dus, akar-akar utama dalam negara Indonesia adalah sosialisme, islam dan perlawanan pada kolonialisme yang berupa warna.

Bagi tokoh bangsa sekaliber Tjokroaminoto, hidup kita adalah bagaimana menikmati dan belajar memecahkan masalah di sela-sela pengkhianatan teman-teman. Hidup kita adalah bagaimana belajar dan senyum terus untuk menari di saat hujan badai menjadi-jadi. Menaklukan keterbatasan-keterbatasan. Tentu saja, tafsir lanjutan dari tesisnya menjadi hidup kita adalah bagaimana terus melawan di tengah elit pemerintah dan negara yang khianat pada konstitusi dan Pancasila.

Singkatnya, kita boleh bertanya, “mengapa kehidupan berbangsa dan bernegara kita terasa semakin runyam?” Karena bangsa dan negara ini dirancang dan diperjuangkan oleh kaum idealis dan negarawan yang mempunyai wawasan filsafat yang bersifat mendasar dan berjangka panjang; tetapi direformasi oleh para politisi yang berwawasan pendek; dan dioperasikan oleh birokrat yang tidak berwawasan mendalam.” Di sini, mengenang, mengungkap dan mereplikasi Tjokroaminoto menjadi sangat penting.(*)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Singgung UU ITE dalam Debat Capres, Anies : Kebebasan Bicara Terganggu

Selanjutnya

Kemenag Seleksi Petugas Haji Daerah Digelar Januari 2024

TERBARU

Gangguan KA Kamandaka, Efek Domino Terjadi: 3 Kereta Lain Ikut Terlambat

Gangguan KA Kamandaka, Efek Domino Terjadi: 3 Kereta Lain Ikut Terlambat

Jumat, 27 Maret 2026

Jenazah Pria Paruh Baya Ditemukan Mengapung di Sungai Karanganyar Kebumen

Jenazah Pria Paruh Baya Ditemukan Mengapung di Sungai Karanganyar Kebumen

Jumat, 27 Maret 2026

118 Kepala Sekolah di Banyumas Terima SK Mutasi, Bupati Sadewo: Jadi Pemimpin yang Inspiratif

118 Kepala Sekolah di Banyumas Terima SK Mutasi, Bupati Sadewo: Jadi Pemimpin yang Inspiratif

Jumat, 27 Maret 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Jumat, 13 Maret 2026

Selanjutnya

Kemenag Seleksi Petugas Haji Daerah Digelar Januari 2024

BPKH Diminta Kelola Dana Umat senilai Rp 165 Triliun Secara Profesional

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com