BANYUMAS RAYA– Upaya pencarian Sumyati (49), warga Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, yang diduga hilang di kawasan hutan Makamdawa, Kabupaten Brebes, memasuki hari kelima, Jumat (23/1/2026). Hingga kini, belum ada tanda-tanda keberadaan korban.
Syaeful Anwar, Komandan Tim Rescue operasi tersebut, menyatakan bahwa tim gabungan yang dipimpin BASARNAS telah memperluas area pencarian berdasarkan kemungkinan rute yang dilalui survivor.
“Hari kelima pencarian, tim SAR gabungan membagi diri menjadi dua Satuan Reaksi Umum (SRU). Area diperluas dari radius sebelumnya,” ujar Syaeful.
Kronologi kejadian bermula pada Minggu (18/1) pagi. Sumyati diketahui pergi dari rumah sekitar pukul 10.00 WIB. Korban yang memiliki riwayat epilepsi dan kerap berjalan tanpa tujuan ke hutan, terakhir kali dilihat seorang saksi di area hutan perbatasan Dusun Makamdawa pada pukul 14.00 WIB di hari yang sama.
Pencarian oleh keluarga dan warga dimulai pada malam harinya, sebelum akhirnya perangkat desa melaporkan kejadian tersebut ke USS Brebes untuk meminta bantuan SAR.
Pada hari kelima, pencarian difokuskan pada dua sektor. SRU 1 menyisir area darat seluas 2 km persegi dari posko utama ke arah selatan hingga Kotabasa. Sementara SRU 2 melakukan penyisiran di area seluas 2 km persegi ke arah tenggara hingga Kalikalong. Setiap area disisir dua kali untuk memastikan tidak ada titik yang terlewat.
“Hasilnya masih nihil, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan survivor. Pencarian akan dilanjutkan di hari keenam,” jelas Syaeful.
Ia mengungkapkan sejumlah kendala lapangan yang menghambat operasi, seperti vegetasi hutan yang sangat rapat, medan tebing curam, serta hujan yang rutin turun menjelang sore hari sehingga membatasi jarak pandang tim.
“Besar harapan kami survivor dapat segera ditemukan,” tutup Syaeful Anwar, mengakhiri keterangan.
Pencarian akan dilanjutkan esok hari dengan melibatkan tim gabungan dari berbagai elemen. Keluarga dan masyarakat setempat terus berharap Sumyati ditemukan dalam kondisi selamat. (Yoga Cokro)


