Purbalingga – Kenaikan harga telur ras di Purbalingga salah satunya disebabkan pendistribusian banso bantuan non tunai yang dilakukan dalam pekan ini.
Hal tersebut disampaikan Kasi Distribusi Perdagangan Disperindag Purbalingga, Marta saat dihubungi melalui telepon, Senin sore 27 Desember 2021.
“Bantuan non tunai kan lagi digulirkan, biasanya kalau BPNT digulirkan, harga telur itu tinggi. Barangnya juga engga ada,” kata Marta.
Marta juga menyampaikan dirinya kemarin baru saja dihubungi oleh salah satu suplier bansos tentang kelangkaan telor ras.
“Kemarin itu dari teman-teman supplier bansos bilang, katanya susah mencari telur. Nah, karena permintaan (barang yang diminta) tinggi, jadi kan barangnya langka,” terangnya.
Sebagaimana informasi yang diperoleh dari aplikasi Sistem Informasi Manajemen Harga Pasar (SIMHP) buatan Dinperindag Purbalingga, harga telur ras terus naik.
Telur ras perhari ini terpantau berada di harga Rp 31.000,- atau naik dua kali lipat jika dibandingkan dengan harga pada tanggal 6 Desember 2021.
Tidak hanya telur ras, harga komoditas yang naiknya meroket cabe rawit merah.
Harga cabai rawit merah di Purbalingga naik 3 kali lipat menjadi Rp 81.500,- perhari ini, Senin, 27 Desember 2021.
Mulanya, pada 6 Desember 2021, harga cabai rawit mera di Pasar Segamas Purbalingga seharga Rp 17.000,-.***






