INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Harga Oksigen Tabung Tak Terkontrol

Selasa, 3 Agustus 2021

PURWOKERTO – Tingginya kasus covid pada bulan Juli ini, membuat permintaan akan oksigen juga meningkat. Yang terjadi, harga tabung oksigen kini melambung tinggi.

Kesulitan mencari oksigen itu juga dirasakan apotek. Seperti apotek di Purwokerto, Samudra Farma. Setiap harinya ada sekitar 10 orang yang membuat telepon milik Apatoker Yoga ini berdering.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

“Ada 10 orang yang telfon tiap hari, nyari oksigen,” kata Yoga Bagus Wicaksana SFarm, kemarin.

Beragam jenis oksigen, tidak hanya yang ukuran satu meter saja. Yang potable pun demikian. Ia mengatakan, untuk harga oksigen portable saat ini kisaran Rp 350 ribu. Dari yang harga normanya pada kisaran Rp 40 ribu.

“Oksigen tidak selalu tersedia. Nyarinya sulit. Sampai sekarang apotek boleh beli, dibatasi 5 atau 6. Untuk oksigen portable,” tuturnya. Sehingga, Ia menjual pun dibatasi. Tidak bisa satu orang pembeli boleh langsung beli lima. Dibagi dengan yang lain.

Sedang pada tabung ukuran satu meter, menurutnya harganya masih fluktuatif. “Sekarang lagi puncak-puncaknya. Kalau lagi ketemu harga murah itu Rp 5,5 juta,” kata dia. Ia melanjutkan, untuk tabung ukuran satu meter ini, harga normalnya pada kisaran Rp 650 ribu, kalu sempat naik Rp 800 ribu. “Terakhir menjumpai harga Rp 800 ribu itu sekitar bulan Mei. Mulai meningkat akhir Juni sampai puncak Juli,” tuturnya.

Pada akhir Juni masih sekitar Rp 1,5 juta. Lalu lonjakan terjadi pada bulan Juli. Ada yang jual hingga Rp 6 juta. “Sekarang untuk regulator saja 1 juta. Dari harga asli paling sekitar 150 ribu,” tandasnya.

Vitamin

Yoga menambahkan, mengatakan, sekarang juga masih sulit didapat vitamin-vitamin tertentu. Pada bulan Juli lalu, permintaan akan vitamin dan obat penunjang covid memang tinggi. Bulan itu jadi puncak selama pandemi. “Apalagi awal Juli sampai pertengahan, omset bisa dua kali lipat,” tuturnya.

Soal harga, katanya, tak jauh beda. Ia mengatakan, memang ketersediaan Seperti vitamin C terus ada sebab berasal dari banyak pabrik. “Namun yang jadi maslah itu, biasanya masyarakat hanya percaya merek tertentu. Mereka fanatik pada merek itu,” tuturnya.

Ia terkadang heran dengan hal itu. Misal saja, sedang mencari produk A. Saat produk itu sedang tidak ada, lalu ada produk dari merek lain dengan isi kandungan yang sama, tetap tidak mau membeli. “Salah satunya pengaruh sosmed. Dulu sempat beredar paket penanganan covid,” katanya.

Sehingga, apa yang disarankan oleh apoteker terkadang tidak dipercaya. “Jadi sekarang ke apotek sebagai tempat transaksional. Bukan tempat pelayanan farmasi. Misal saya apoteker menjelaskan itu seperti tidak digubris,” ujarnya.

Dia melanjutkan, kalau merek vitamin yang dicari itu tidak ada, lebih memilih untuk mencari di tempat lain. Tidak mau menggunakan produk lain. “Sebetulnya pada merek lain itu banyak yang isinya sama persis Cuma masyarakat fanatiknya pada merek tertentu,” tandasnya. (mhd)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Baru 178.540 Warga Banyumas yang Sudah Divaksin, Padahal Targetnya 1.398.427 Jiwa, Ini Kendalanya

Selanjutnya

Banjarnegara Punya Kepala Kejaksaan Negeri yang Baru

Eric Erlangga: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

TERBARU

Tim SAR Temukan Jenazah di Perairan Cilacap, Identitas Masih Diselidiki

Tim SAR Temukan Jenazah di Perairan Cilacap, Identitas Masih Diselidiki

Selasa, 10 Maret 2026

Rektor UMP Prof. Jebul Suroso Dikukuhkan sebagai Dewan Kehormatan HIPMI Banyumas

Rektor UMP Prof. Jebul Suroso Dikukuhkan sebagai Dewan Kehormatan HIPMI Banyumas

Selasa, 10 Maret 2026

Krisis Anggaran, THR Kepala Desa di Banyumas Terancam Molor

Krisis Anggaran, THR Kepala Desa di Banyumas Terancam Molor

Selasa, 10 Maret 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Selanjutnya

Banjarnegara Punya Kepala Kejaksaan Negeri yang Baru

PPKM Diperpanjang, Bupati Beri Kelonggaran, Namun Terkontrol

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com