Banyumas – Kenaikan harga kedelai ini terjadi sejak memasuki 2021, puncaknya sejak Mei 2021harga kedelai impor kelas super Rp11 ribu perkilogram, padahal satu tahun lalu harga kedelai impor di tingkat perajin tahu di Desa Kalisari hanya pada kisaran Rp8 ribu perkilogram.
Salah satu perajin tahu Kalisari, Daryono mengaku dengan kenaikan harga kedelai ini, terpaksa mengecilkan ukuran tahunya. Dari 3 CM , menjadi ukuran 2 CM dengan harga jual perbiji Rp300.
Pengurangan ukuran tahu ini, terpaksa dilakukan karena tidak bisa menaikan harga tahu. Selain itu pembeli juga complain terhadap dirinya yang menaikan harga jual tahu.
” Kata Pak Menterinya harga kedelai sudah turun, tapi disini harganya masih tinggi. Apakah kenaikan harga karena tengkulak, atau karena apa?,” kata Darsono Minggu (13/6/2021).
Sementara itu, Seketaris Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas Karno menjelaskan, desanya merupakan sentra tahu di Banyumas dengan jumlah perajin mencapai 260 perajin, dengan kebutuhan kedelai mencapai 10 ton perhari.
Akibat kenaikan harga kedelai ini, sudah ada sekitar 26 perajin yang gulung tikar.
” Ada 10 persen perajin tahu, yang sudah tutup usahanya sejak kenaikan kedelai. Kebanyakan yang tutup ini, perajin kecil dengan kebutuhan kedelai sekitar 5 Kg,” terang Karno.
Pantuan RRI untuk harga kedelai di Pasar tradisional di Kabupaten Banyumas, terutama eceran saat ini harganya mencapai Rp12 ribu perkilogram. (RA).