PURWOKERTO – Berkurangnya intensitas hujan secara drastis di wilayah Banyumas berpengaruh besar terhadap turunnya angka DBD.
Meski demikian, Pemkab Banyumas tetap melakukan antisipasi dengan melakukan kegiatan fogging di sejumlah lokasi yang berpotensi munculnya kasus DBD.
Operator Fogging Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Banyumas, Slamet Rijadi mengatakan tidak ada penambahan signifikan kasus DBD di Banyumas. Hingga saat ini kasus DBD di Banyumas sebanyak 137 kasus dengan jumlah korban meninggal 8 orang.
“Fogging terus jalan tetapi intensitasnya berkurang. Indikasi kasusnya turun,” katanya.
Slamet menjelaskan pelaksanaan fogging dalam bulan Agustus yang sudah terjadwal untuk siklus 1 dan 2 di Desa Tunjung Jatilawang dan wilayah RW 5 Perum Kalibagor Indah. Dengan berkurangnya fogging sebagai tindak lanjut PE dari puskesmas, diharapkan ketersediaan anggaran untuk kurang lebih 60 fokus masih cukup hingga akhir tahun.
Meski demikian pihaknya tetap mengingatkan seluruh masyarakat agar tetap menjalakankan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara kontinyu sebagai langkah paling efektif memberantas DBD.
“Fogging dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil PE puskesmas. Yang menentukan perlu tidaknya fogging dari hasil PE, bukan permintaan dari masyarakat,” terang dia.
Survailans Puskesmas Kalibagor, Juwita mengatakan kasus DBD di wilayah RW 5 Perum Kalibagor Indah sebenarnya tidaklah banyak. Hanya ada sekitar 4 orang.
“Empat orang itu tinggal dalam 1 rumah,” katanya ketika ditemui Radarmas, Selasa (10/8). (yda)






