BANYUMAS – Nuraeni Tri Haryanti Sadewo atau Eni Sadewo resmi dilantik sebagai Ketua Yayasan Thalassaemia Indonesia (YTI) Cabang Banyumas. Dalam sambutannya, Eni menegaskan komitmen memperkuat pendampingan dan mendorong langkah konkret pencegahan thalassaemia melalui kolaborasi lintas sektor.
“Peran yayasan tidak hanya sebatas pendampingan, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan penyandang thalassaemia dengan berbagai pihak yang peduli,” ujarnya.
Langkah Strategis YTI Banyumas
Eni menyampaikan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan, antara lain:
– Memperkuat pendampingan pasien dan keluarga.
– Memperluas edukasi masyarakat dan pelajar terkait deteksi dini serta skrining thalassaemia.
– Membangun sinergi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dunia usaha, serta organisasi terkait seperti POPTI Banyumas.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan.
“Semakin banyak masyarakat yang paham, semakin besar peluang kita mencegah kasus baru. Inilah langkah penting memutus mata rantai thalassaemia,” tegasnya.
Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyampaikan apresiasi atas peran YTI dan seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa Banyumas telah memiliki fasilitas pelayanan thalassaemia yang memadai di RSUD Banyumas, lengkap dengan tenaga medis kompeten dan sarana prasarana modern.
“Keberadaan layanan ini menjadi kekuatan penting bagi daerah kita sekaligus rujukan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan thalassaemia,” katanya.
Bupati menambahkan, upaya pencegahan thalassaemia membutuhkan sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi, dan masyarakat.
“Saya yakin cita-cita Program Zero Thalassaemia Kabupaten Banyumas dapat diwujudkan secara bertahap dengan kebersamaan,” pungkasnya. (Angga Saputra)







