INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Enam Desa di Cilacap, Mulai Kesulitan Air Bersih

Senin, 24 Mei 2021

Cilacap – Masyarakat Cilacap saat ini mulai mengalami kekurangan air bersih, akibat hujan sudah satu bulan terakhir tidak turun.

Salah satu warga Kawunganten Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap Pardi kepada RRI Senin ( 24/5/2021) mengatakan tetanganya sudah mulai kesuliatan air bersih, akibat menurunya debit air dari sumur dan sungai yang berada disekitar lingkungan warga. Namun untuk kebutuhan air MCK warga masih bisa mencukupi.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Dampaknya dirinya yang mempunyai tangki air bersih, saat ini mulai mengalami peningkatan permintaan terutama dari pemilik depot air minum. Jika dalam kondisi normal, rata- rata perhari permintaan dua tangki, saat ini sudah naik 3- 4 tangki air. Pardi menjelaskan untuk satu tangki, kapasitas satu tangki sebesar 8000 liter dijual sebesarRp550 ribu.

“ Jadi kalau permintaan air untuk depot air sudah meningkat, karena warga mulai membeli air untuk minum di depot air itu,”kata Pardi.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Sementara itu, Kepala BPBD Cilacap Tri Komara Sidi mengatakan untuk wilayah Kecamatan Kawunganten yang mengalami kesulitan air bersih terparah berada di Desa Bojong. Sehingga BPBD Cilacap sudah melakukan empat kali droping ke Desa tersebut.

Selain itu sejak Mei hingga Senin terdapat lima desa lainya yang mengalami kesulitan air bersih. Yakni Desa Purwodadi dan Rawa Apu di Kecamatan Patimuan, serta Desa Cinangsi, Cisumur, dan Gintungreja Kecamatan Gandrungmangu.

“ Jadi baru enam desa yang mengajukan ke kami, empat sudah kami droping air bersih. Hari ini ada dua desa yang akan kami droping air bersih,”kata Tri Komara.

BPBD Cilacap pada musim kemarau tahun ini, mengangarkan bisa melakukan droping air sebanyak 200 kali. Sedangkan untuk jumlah desa yang rawan kekeringan 73 desa di 17 Kecamatan. (RA).

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Mahasiswa di Purwokerto Diswab Sebelum Aksi, Ingatkan 23 Tahun Reformasi, Hukum Tidak Jadi Alat Kepentingan dan Kekuasaan

Selanjutnya

Sampah Liar di Jalan Gerilya Barat, DLH: Sudah Dirapatkan, Pembuang Akan Diidentifikasi

TERBARU

Pemprov Jateng Dekatkan Layanan Publik Lewat Program Ngopeni Omah Ngelakoni Sesarengan

Pemprov Jateng Dekatkan Layanan Publik Lewat Program Ngopeni Omah Ngelakoni Sesarengan

Sabtu, 14 Februari 2026

Save Slamet Tolak Ekspansi Perumdam Tirta Perwira ke  Wilayah Banyumas

Save Slamet Tolak Ekspansi Perumdam Tirta Perwira ke Wilayah Banyumas

Sabtu, 14 Februari 2026

Putri Advokat Kondang di Banyumas Gelar Resepsi Bertema Pengadilan, Tamu Serasa Hadiri Sidang

Putri Advokat Kondang di Banyumas Gelar Resepsi Bertema Pengadilan, Tamu Serasa Hadiri Sidang

Sabtu, 14 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Jumat, 6 Februari 2026

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

Polemik Hadiah Jalan Sehat HUT ke-80 RI Tuntas, EO Pastikan Mobil & Umroh Terbayar

Polemik Hadiah Jalan Sehat HUT ke-80 RI Tuntas, EO Pastikan Mobil & Umroh Terbayar

Jumat, 13 Februari 2026

Selanjutnya

Sampah Liar di Jalan Gerilya Barat, DLH: Sudah Dirapatkan, Pembuang Akan Diidentifikasi

Hebat, Kabupaten Purbalingga Raih Predikat WTP untuk Kelima Kalinya Secara Beruntun

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com