PURBALINGGA – Guna mencegah meluasnya virus Covid-19 jenis Omicron, masyarakat harus tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes) dan melakukan vaksinasi, serta menghindari kerumunan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Purbalingga, Jusi Febrianto saat rapat koordinasi di ruang rapat bupati, Jumat (21/1/2022).
“Varian Omicron setelah diteliti transmisinya jauh lebih cepat dibandingkan dengan varian lainnya.
Orang yang sudah divaksin bisa jadi positif namun gejala menjadi sangat ringan,” katanya kepada Tribunbanyumas.com, dalam rilis.
Untuk menghadapi Omicron lanjut Jusi Dinas Kesehatan memerintahkan kepada semua Rumah Sakit atau Puskesmas guna menyiapkan ruang isolasi.
Kemudian penyiapan obat-obatan dan oksigen.
“Kami juga mengusulkan Pemkab untuk menyiapkan isolasi terpusat yakni eks SMP 3 untuk sebagai ruang isolasi,” imbuhnya.
Kondisi Kabupaten Purbalingga pada bulan Januari ini masih PPKM level 2.
Walaupun dari data yang ada transmisi Covid-19 di Purbalingga tergolong rendah, rawat inap pasien Covid-19 masih rendah, dan kematian karena Covid-19 nol sejak awal Januari.
Cakupan vaksinasi di Purbalingga Alhamdulillah sudah mencapai 87,5 persen, dan vaksinasi lansia mencapai 69,5 persen.
Kasus sekarang ada 3 kasus dirawat 2 orang dan isoman 1 orang.
“Pemkab Purbalingga akan melaksanakan vaksinasi booster perdana Senin besok (24/1/2022), bertempat di pendopo Dipokusumo.
Vaksinasi Booster rencananya untuk lansia, pelayanan publik dan masyarakat rentan,” katanya. (Tribunbanyumas/jti)





