INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • BANYUMAS RAYA
  • LAINNYA
    • CATATAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Ecky Lamoh Pergi, Suara Rock Ikonik Itu Kini Tinggal Kenangan

Ecky Lamoh Pergi, Suara Rock Ikonik Itu Kini Tinggal Kenangan

Ecky Lamoh (foto: instagram Edane)

Minggu, 30 November 2025

Kabar duka menyelimuti dunia musik Indonesia. Mantan vokalis grup rock Edane, Ecky Lamoh, meninggal dunia pada Minggu, 30 November 2025, hari ini. 

Informasi wafatnya Ecky Lamoh disampaikan langsung melalui akun Instagram resmi Edane, @edane_official, pada hari yang sama. Dalam unggahan tersebut, pihak band menuliskan:

“Selamat Jalan Kawan kami Eki Lamoh 🥀, Yogyakarta, Minggu 30 November 2025. Detak jantung berhenti jam 2.11.”

Masih dalam unggahan yang sama, mereka menyampaikan bahwa Ecky dinyatakan meninggal oleh dokter pada pukul 2.15 WIB di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito, Yogyakarta.

Pihak Edane juga menjelaskan bahwa jenazah Ecky akan disemayamkan di Rumah Duka RS Panti Rapih, Yogyakarta.

Riwayat dan Perjalanan Karier

Ecky Lamoh memiliki nama lahir Alexander Theodore, lahir di Jakarta, 13 Juli 1961. Ia dikenal publik sebagai penyanyi rock solo sekaligus mantan vokalis Elpamas dan Edane. Dalam keluarga, ia dipanggil Leki, sementara marga Lamoh merupakan nama leluhurnya dari Minahasa, Sulawesi Utara.

Ecky telah menekuni musik sejak usia 9 tahun, dengan pengaruh neneknya, Tora Fischer. Meski sempat disarankan agar tidak mengikuti jejak keluarga yang menekuni musik Hawaiian, Jazz, dan Blues, Ecky justru memilih Blues sebagai akar bermusiknya sebelum menjelajah ke Hard Rock & Roll. Deep Purple dan Led Zeppelin menjadi inspirasi kuatnya sejak remaja.

Pada 1986, Ecky membentuk band AERO sebelum akhirnya bergabung dengan Elpamas, dan di tahun yang sama bertemu Ekki Soekarno dan Eet Sjahranie untuk merilis album yang kemudian dikenal sebagai proyek Edane.

Karier Ecky berlanjut pada 1993 ketika ia bergabung dengan grup “Forum”, berisi sederet musisi besar seperti Erwin Gutawa, Vina Panduwinata, KLa Project, Addie MS, Ahmad Albar, Titi DJ, dan banyak nama lainnya.

Setahun berselang, 1994, Ecky kembali berkarya bersama Elpamas lewat album “BOSS”, yang di dalamnya termuat lagu blues berbahasa Inggris pertama di Indonesia dan tercatat di YKCI.

Ecky juga dikenal melalui karya solonya, salah satunya lagu “Always (Tresno Karo Kowe)” yang rilis 26 Mei 2019, sebuah tembang Jawa bertema cinta abadi.

Pada 20 November 2025, gitaris Edane Eet Sjahranie sempat mengabarkan kondisi Ecky melalui Instagram @eetsjahranie, menyebutkan bahwa Ecky tengah sakit, namun tanpa menjelaskan detail penyakitnya.

Kepergian Ecky Lamoh meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik rock Indonesia. Suara dan karakter bermusiknya telah menemani generasi pecinta rock sejak era Elpamas hingga Edane, sekaligus menginspirasi musisi-musisi setelahnya.

Selamat jalan, Eki Lamoh. Rock in Peace.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Pemulung di Randegan Dapat Bantuan Polsek Kebasen untuk Perbaikan Rumah

Selanjutnya

Prestasi Membanggakan! Atlet SDN 01 Cilongok Raih Juara 3 Bulu Tangkis Asia

Selanjutnya
Prestasi Membanggakan! Atlet SDN 01 Cilongok Raih Juara 3 Bulu Tangkis Asia

Prestasi Membanggakan! Atlet SDN 01 Cilongok Raih Juara 3 Bulu Tangkis Asia

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • BANYUMAS RAYA
  • LAINNYA
    • CATATAN REDAKSI

© 2021 indiebanyumas.com