
Banyumas, indiebanyumas.com – Paguyuban e-Warong di Kecamatan Cilongok berbagi ratusan paket sembako kepada warga, Selasa (4/5/2021). Total ada 168 paket sembako yang dibagikan kepada warga di setiap desa di wilayah paling padat penduduk di Kabupaten Banyumas tersebut.
“Satu agen e-Warong memberikan tiga paket sembako untuk warga yang diwakilkan, karena kita juga memperhatikan aturan protokol kesehatan,” kata Camat Cilongok, Roni Hidayat kepada indiebanyumas.com melalui pesan whattsapp.
Pembagian Sembako tersebut dilaksanakan di komplek Pendopo Kecamatan Cilongok, dihadiri koordinator paguyuban e-Warong, Rasikun. Warga yang menerima paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula pasir dan bahan pangan lain merupakan perwakilan dari setiap desa.
“Setiap desa kita bagikan tiga paket sembako untuk warga yang membutuhkan, dan ini merupakan inisiatif kami,” kata Rasikun.
Jumlah agen e-Warong di Kecamatan Cilongok saat ini sebanyak 56 yang tersebar di 20 desa. Tiap desa rata-rata terdapat 3 agen e Warong untuk melayani kurang lebih 19.000 keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah tersebut.
Roni mengatakan, kegiatan bagi-bagi Sembako murni merupakan inisiatif dari paguyuban e Warong, termasuk teknis pelaksanaannya. “Kalau saya hanya mengingatkan mbok ada yang mau dibagi kepada masyarakat miskin. Untuk urusan aturan kecamatan tidak diberikan kewenangan untuk itu,” katanya.
Pemerintah sesuai rencana akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat pada awal bulan ini. Kementerian sosial (Kemensos) memastikan bansos tahun 2021 berupa Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bakal cair sebelum lebaran.
Di Kabupaten Banyumas, meski proses penyelidikan dalam dugaan penyelewengan dalam pendistribusian program Bansos Sembako masih terus lanjut, sebanyak 210.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tetap berhak menerima bantuan senilai Rp 200.000 tersebut pada awal Mei. Jadwal pelaksanaan pasti pelayanan kepada KPM dikabarkan sudah dipastikan akan berlangsung pada hari Rabu (6/5/2021).
“Soal kepastian waktu kami belum memperoleh berita resminya, informasinya sih begitu. Kami sendiri saat sekarang, sudah mempersiapkan hal teknis terkait e-Warong misalnya, untuk bersiap melakukan upaya cek administrasi guna persiapan dlm rangka penyiapan proses tersebut bersama dengan tim kecamatan,” kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaaan Masyarakat Desa (Dinsospermandes) Kabupaten Banyumas, Drs Widarso MM kepada indiebanyumas.com.
Seorang pemilik agen e-Warong maupun penyedia salah satu komoditi Bansos Sembako di Banyumas mengatakan kecil kemungkinannya apabila penyaluran Sembako untuk KPM akan dilaksanakan pada tanggal 6 Mei besok.
“Karena hingga malam ini belum ada kepastian terkait penyaluran pada awal Mei ini, perkiraan saya antara Sabtu atau Senin apabila dilaksanakan pada awal bulan,” ungkap seorang pengusaha yang juga menjadi penyedia bahan pangan Sembako yang rutin mengisi beberapa agen e-Warong di sejumlah kecamatan.
Penyedia bahan pangan dalam program Sembako di Banyumas itu mengaku tetap menjalankan aktivitas seperti biasa meski program bantuan program Bansos Sembako tengah menjadi sorotan publik terkait adanya pemeriksaan kepada para supplier hingga anggota dewan.
“Saya pribadi berprinsip bahwa dalam pelaksanaan distribusi kan sudah diatur melalui pedoman umum Bansos Sembako, jadi mari kita bersama-sama memberikan yang terbaik untuk melayani masyarakat,” katanya.
Adapun seorang pengusaha lainnya yang juga ikut menjadi suplier bahan pangan program Sembako di Banyumas menyatakan, ramai tentang kabar pemeriksaan oleh tim Dit Reskrimsus Polda Jateng sudah dijalani sesuai dengan agenda yang dijadwalkan.
Dia menjelaskan, setelah proses pemeriksaan dalam tahap penyelidikan untuk dimintai keterangan tersebut, saat sekarang sudah seluruhnya disampaikan kepada aparat hukum.
“Karena telah disampaikan secara gamblang sehingga tidak benar apabila ada yang menyebutkan fokus dalam penyelidikan itu mengarah pada indikasi monopoli baik sayur maupun telur,” katanya.
Menyusul adanya pemeriksaan kepada para penyedia bahan pangan Sembako oleh Tim Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah, baik kepada para suplier maupun anggota DPRD Banyumas, kondisi yang terjadi di lapangan di tingkat e-Warong (agen) kini menjadi semakin dinamis. Sejumlah penyedia bahan pangan dikabarkan tengah bergerilya untuk memperoleh dukungan dari e Warong yang sesuai Pedum Bansos Sembako 2020, punya hak mutlak memilih siapa suplier yang mereka inginkan.
Eskalasi dalam penguasaan wilayah informasinya terjadi di Kecamatan Kemranjen, Sumbang dan Cilongok. Di wilayah terakhir, terdapat 56 (sebelumnya disebutkan 57) agen E Warong dengan jumlah KPM terbanyak di Kabupaten Banyumas.
Indiebanyumas.





