![]()
Ruang-ruang kelas sunyi terkapar
Kutemukan berjajar tak berpenghuni
Kipas angin menggantung di langit-langit berhenti berputar
Papan tulis bersih tak disentuh aktifitas
Meja berdebu rapi berjajar
Kursi kosong berdiri sendirian
Meja kursi guru termangu kesepian
Buku bertumpuk di almari berdesak-desakan
Mereka menangis
Bahkan menjerit
Meninju langit
Teriak berontak
Kehilangan teman
Merindukan riang
Pintu gerbang sekolah terbuka sedikit tak mampu berderit
Tak ada bel berbunyi
Halaman lengang
Bunga-bunga mekar hanya berteman lebah dan kumbang
Perpustakaan kesepian
Buku-buku berjajar berlarian ingin bertukar kabar
Namun tak dijamah insan
Arena belajar berubah
Menjadi hamparan lapang lengang
Seperti lorong-lorong sunyi tak berpenghuni
Sedang korona leluasa melenggang
Menghantui kehidupan manusia di kota dan di desa
Meneror siang malam
Sampai-sampai rumah Tuhan pun dihadang
Jamaah dibikin takut datang
Setan bergentayangan
Roda ekonomi pincang
Langit Indonesia berduka
Dunia pendidikan ikut terkena
Dampak korona yang merajalela
Dua Mei menjadi saksi
Tak ada upacara dan potong tumpeng resepsi
Dengan ridho Illahi janji suci perjuangan sejati
Membangun pendidikan di negeri ini
Doa dan harapan kupanjatkan
Agar pandemi segera berakhir
Pendidikan berjalan lagi
Anak-anak bangsa belajar merdeka
Menyulam cita-cita masa depan
Demi merah putih berkibar
Burung garuda terbang mengintari Nusantara
Pancasila berakar tegak di bumi
Dalam bingkai keragaman NKRI
Dunia terpapar pandemi corona
Dua Mei bersaksi
Perjuangan tak pernah berhenti
Anak-anak milenial pada jaman global
Tetap berpijak pada ahlak mulia
Terbang ke angkasa dunia
Kembali tiba di bumi pertiwi
Dengan andhap asor bertata krama
Saling hormat menghormati
02052020

Kang Wanto Tirta
Seniman, Pegiat Sastra






