PURWOKERTO – Tim peneliti dari Fakultas Teknik dan Sains Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FTS UMP) berhasil meraih Hibah Program Pendanaan Riset Inovasi Produktif (RISPRO) Invitasi Berkemajuan tahun 2025 dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.
Penelitian yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Anwar Ma’ruf, IPM ini mengusung judul “Pengembangan Komposit Membran Berbasis Tanah Liat – Nano CaO – Selulosa Asetat sebagai Proton Exchange Membrane untuk Produksi Green Hydrogen.” Riset tersebut berfokus pada pengembangan teknologi energi terbarukan berbasis hidrogen hijau (green hydrogen) sebagai alternatif pengganti energi fosil.
Tim pelaksana penelitian terdiri dari Prof. Dr. Ir. Anwar Ma’ruf, IPM (Ketua), serta anggota Eqwar Saputra, S.T., M.T. (UMP), Siti Zulaehah, S.Si., M.Eng. (UMP), Dr. A’rasy Fahruddin, S.T., M.T. (UM Sidoarjo), dan Binyamin, S.T., M.T., Ph.D. (UM Kalimantan Timur).
Prof. Anwar menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan setelah melalui proses seleksi panjang, mulai dari administrasi, substansi, hingga tahap keuangan. “Tentu kepercayaan ini disertai tanggung jawab yang besar, yaitu bagaimana penelitian ini benar-benar dapat menghasilkan produk yang bermanfaat bagi mitra maupun masyarakat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan mengembangkan matrix membrane berbasis membran keramik dari tanah liat yang dicoating dengan selulosa asetat dan nano CaO, sehingga memenuhi kriteria sebagai Proton Exchange Membrane (PEM). Selain itu, tim juga akan mengembangkan modul membran proses elektrolisis dengan matrix membrane yang mampu menghasilkan hidrogen dengan efisiensi tinggi.
Target jangka panjang dari riset ini adalah lahirnya produk membran (PEM) dan modul membran yang mampu memproduksi green hydrogen dengan brand Green Hydrogen Muhammadiyah (gH2Mu) . Hidrogen hijau yang dihasilkan nantinya berpotensi dimanfaatkan untuk kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil, serta untuk sistem hydrogen fuel cell yang dapat menghasilkan energi listrik.
Dekan FTS UMP, Dr. T. Ir. Iskahar, S.T., M.T., mengapresiasi capaian strategis ini. Menurutnya, keberhasilan tersebut mempertegas posisi FTS UMP di garda terdepan riset energi terbarukan di Indonesia.
“Ini bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan bentuk nyata kontribusi kami terhadap target Net Zero Emission. Melalui inovasi ‘gH2Mu’, kami ingin membuktikan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah, khususnya FTS UMP, mampu menghasilkan teknologi tinggi yang mandiri dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa jajaran dekanat berkomitmen penuh mendukung hilirisasi riset tersebut. “Kami ingin ‘gH2Mu’ tidak hanya berhenti sebagai prototipe laboratorium, tetapi bertransformasi menjadi produk industri yang kompetitif. Kehadiran PEM berbasis material lokal ini menjadi jawaban atas tantangan teknologi energi murah dan ramah lingkungan yang dibutuhkan sektor transportasi dan kelistrikan,” tambahnya.
Dengan inovasi “gH2Mu”, FTS UMP optimistis dapat menjadi bagian penting dalam transisi energi nasional menuju masa depan yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan. (Angga Saputra)








