BANYUMAS — Perkembangan penanganan kasus kecelakaan lalu lintas tunggal sepeda motor Honda Beat bernomor polisi R 6415 BEB di Jembatan Sungai Kalipelus, Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, mulai menemukan titik terang. Satu korban, Aurel Jeni Prabela (19), asal Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (12/4/2026) sore.
Korban ditemukan di aliran Sungai Pelus, wilayah Dusun 3, Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, sekitar 6,2 kilometer dari lokasi awal kejadian. Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 17.26 WIB dan korban berhasil diangkat pada pukul 18.10 WIB.
Jenazah selanjutnya dibawa ke Unit Kedokteran Forensik RSUD Margono Soekarjo Purwokerto untuk dilakukan pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian.
Dalam keterangan yang disampaikan secara tertulis dari Polresta Banyumas, hasil pemeriksaan oleh dokter forensik, Muhamad Zaenuri Syamsu Hidayat, mengungkap sejumlah temuan penting. Berdasarkan analisis medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 12 jam sebelum dilakukan pemeriksaan.
Selain itu, ditemukan luka terbuka pada bagian dahi kiri korban. Namun demikian, luka tersebut tidak menjadi penyebab utama kematian. Dokter juga menemukan tanda-tanda khas mati lemas, yang mengarah pada dugaan kuat bahwa korban meninggal akibat tenggelam.
“Dari hasil pemeriksaan, terdapat indikasi mati lemas yang konsisten dengan kasus tenggelam,” demikian kesimpulan analisis forensik.
Pemeriksaan ini menjadi kunci dalam mengungkap kronologi kematian korban, mengingat lokasi penemuan yang cukup jauh dari titik awal kecelakaan. Secara medis, kondisi tersebut menunjukkan kemungkinan korban terbawa arus sungai dalam waktu cukup lama sebelum akhirnya ditemukan.
Meski demikian, proses autopsi lanjutan tidak dilakukan setelah pihak keluarga menyatakan penolakan. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Penanganan kasus ini melibatkan sejumlah unsur, antara lain kepolisian dari Polsek Kembaran dan Polsek Sokaraja, Satlantas Polresta Banyumas, tim identifikasi Satreskrim, tenaga medis RSUD Margono, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Sokaraja. (Angga Saputra)





