INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Ditengah Pandemi Covid-19, Sepanjang Tahun Ini 132 Warga Banyumas Terkena DBD

Senin, 26 Juli 2021

BANYUMAS – Di tengah pandemi Covid-19, Pemkab Banyumas tetap meminta masyarakat untuk waspada dengan Demam Berdarah (DBD) .

Sebab hingga pertengahan tahun ini tercatat suda ada 132 kasus warga di Banyumas terkena DBD. Yang jika dibanding tahun lalu tercatat terdapat 378 kasus.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

“Mulai Januari sampai Juli kemarin, 132 kasus, ini tertinggi di Purwokerto Selatan ada 12 kasus. Yang lainnya Patikraja 10, Purwokerto Barat 9 dan Kembaran 2,” kata Dwi Mulyanto, Kabid P2P Dinkes Banyumas kepada Radarbanyumas.co.id, Senin (26/7).

Hampir setiap kasus DBD ditemui disetiap Kecamatan, Dwi menambahkan, hanya ada 7 Puskesmas di tiap Kecamatan yang tidak ditemui kasus DBD.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

“Hampir menyebar di seluruh Kecamatan, yang tidak ada kasus itu Sumpiuh II, Tambak I, Tambak II, sama Gumelar dan Cilongok II, Cilongok Timur I, dan Sumbang II. 7 Puskesmas yang tidak ada kasus,” tambahnya.

Apalagi dengan tidak menentunya curah hujan saat ini, Ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai DBD, dan meminta untuk tetap menggalakkan kegiatan PSM.

“Ini yang harus diwaspadai sekarang, terang, lalu ada hujan turun, berhenti dan tidak tiap hari, itu harus waspada apalagi PSM sekarang kegiatan sudah jarang, tidak jalan seperti biasa apalagi dengan adanya covid mempengaruhi kegiatan PSM. Makanya kegiatan PSM tetap harus diefektifkan, dengan gerakan satu rumah satu jumantik,” terangnya.

Dimana untuk penangan, menurutnya, tetap dilakukan berupa himbauan dan apabila terdapat laporan kasus dan memenuhi syarat untuk fogging, maka akan dilakukan fogging.

“Penanganannya kalau memang ada laporan kasus, ketika ada pelaporan kita tindak lanjuti dengan penyelidikan epidomelogi di lapangan, supaya mengetahui sumber penyebarannya yang mana, dan ada tambahan kasus lainnnya tau tidak. Kemudian nanti kalau memang memenuhi syarat untuk dilaksanakan fogging kita laksanakan fogging,” pungkasnya. (win)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Percepat Vaksinasi, Satgas Covid-19 Cilacap Tambah Jumlah Vaksinator

Selanjutnya

Bulog Banyumas mulai salurkan beras bantuan PPKM

TERBARU

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Tegaskan Banyumas Tak Terapkan WFA

Rabu, 25 Maret 2026

Nelayan Banjarnegara Belum Ditemukan, Tim SAR: Ombak Masih Menjadi Kendala

Nelayan Banjarnegara Terseret Ombak di Pantai Suwuk Ditemukan Meninggal

Rabu, 25 Maret 2026

KAI Daop 5 Purwokerto Tawarkan Diskon 20% Lewat Promo Silaturahmi

KAI Daop 5 Purwokerto Tawarkan Diskon 20% Lewat Promo Silaturahmi

Rabu, 25 Maret 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

Selanjutnya

Bulog Banyumas mulai salurkan beras bantuan PPKM

Ratusan Peti Mati Diterima Pemkab Banyumas, Bantuan Dari Berbagai Organisasi, Pengusaha dan Masyarakat.

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com